Nilai Jual Kembali Masih Jadi PR, Aismoli Yakin Pasar Motor Listrik Bekas Akan Tumbuh
Nilai Jual Kembali Masih Jadi PR, Aismoli Yakin Pasar Motor Listrik Bekas Akan Tumbuh

Nilai Jual Kembali Masih Jadi PR, Aismoli Yakin Pasar Motor Listrik Bekas Akan Tumbuh

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Pasar motor listrik bekas di Indonesia masih menghadapi tantangan utama, yaitu nilai jual kembali yang belum stabil. Hal ini menjadi perhatian penting bagi para pelaku industri, konsumen, serta regulator. Menurut pernyataan Aismoli, perusahaan yang bergerak di bidang penjualan motor listrik, prospek pasar bekas diprediksi akan terus tumbuh meski nilai jual kembali masih menjadi masalah.

Aismoli menekankan bahwa dukungan kebijakan pemerintah, seperti insentif pajak dan program subsidi listrik, menjadi faktor kunci yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik, termasuk unit bekas. “Dengan kebijakan yang mendukung, konsumen akan lebih mudah mempertimbangkan motor listrik sebagai pilihan jangka panjang, bukan hanya kendaraan baru,” ujar juru bicara Aismoli.

Berikut beberapa faktor yang memengaruhi nilai jual kembali motor listrik di Indonesia:

  • Ketersediaan jaringan pengisian daya: Semakin luas jaringan stasiun pengisian, semakin tinggi nilai jual kembali kendaraan listrik.
  • Kualitas baterai: Umur pakai baterai menjadi indikator utama dalam penilaian harga bekas.
  • Reputasi merek: Merek yang memiliki layanan purna jual kuat biasanya mempertahankan nilai jual yang lebih baik.
  • Kebijakan pemerintah: Insentif pajak, subsidi, dan program daur ulang baterai berperan penting dalam menstabilkan harga pasar bekas.

Data internal Aismoli menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar motor listrik bekas dapat mencapai dua digit dalam beberapa tahun ke depan, asalkan faktor-faktor di atas terus mendapat perhatian. Proyeksi pertumbuhan dipaparkan dalam tabel berikut:

Tahun Proyeksi Pertumbuhan (%)
2024 12
2025 18
2026 25

Meski demikian, Aismoli mengakui bahwa tantangan nilai jual kembali masih harus diatasi melalui inovasi teknologi baterai, program refurbish, serta kerjasama dengan lembaga keuangan untuk memberikan paket leasing yang fleksibel. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas basis konsumen yang tertarik pada motor listrik bekas.

Dengan langkah-langkah tersebut, Aismoli optimis bahwa pasar motor listrik bekas tidak hanya akan tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga akan menawarkan nilai yang kompetitif bagi konsumen Indonesia.