Netanyahu Akhirnya Ngaku Terkena Serangan Kanker Prostat

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, secara resmi mengungkapkan bahwa ia tengah menjalani perawatan kanker prostat setelah menutupinya selama lebih dari dua bulan. Pengumuman tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Istana Kepresidenan pada hari Senin, menyusul spekulasi luas yang beredar di media sosial dan laporan medis anonim.

Netanyahu menjelaskan bahwa kondisi yang ia alami tergolong “masalah medis ringan” dan bahwa ia telah menerima perawatan yang sesuai. Ia menegaskan bahwa penyakit tersebut tidak mengganggu kemampuan politiknya dan ia tetap berkomitmen untuk memimpin negara hingga akhir masa jabatan.

Berita ini memicu reaksi beragam di dalam negeri dan komunitas internasional. Di dalam Knesset, para anggota oposisi menyambut pengakuan tersebut dengan nada kritis, menilai bahwa keterbukaan lebih awal dapat meningkatkan transparansi kepemimpinan. Sementara itu, partai koalisi Netanyahu menegaskan dukungan penuh kepada pemimpin mereka, menolak spekulasi bahwa kondisi kesehatan tersebut akan memengaruhi kebijakan luar negeri Israel.

Para analis politik menilai bahwa pengungkapan ini dapat menambah tekanan pada Netanyahu menjelang pemilihan legislatif yang dijadwalkan pada akhir tahun. Mereka mencatat bahwa masalah kesehatan pemimpin tertinggi suatu negara sering menjadi faktor pertimbangan pemilih, terutama bila terkait dengan kebijakan keamanan dan diplomasi.

Di tingkat internasional, sekutu utama Israel, termasuk Amerika Serikat, menyatakan harapan mereka agar Netanyahu segera pulih dan tetap dapat melanjutkan dialog strategis. Pihak Kedutaan Besar Israel di Jakarta juga mengirimkan pernyataan resmi yang menyampaikan dukungan kepada keluarga dan tim medis sang perdana menteri.

Secara medis, kanker prostat merupakan jenis kanker yang umum pada pria berusia lanjut, dengan tingkat keberhasilan pengobatan yang tinggi bila terdeteksi dini. Dokter menekankan pentingnya pemeriksaan rutin dan penanganan cepat untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Netanyahu menutup konferensi dengan menegaskan bahwa fokus utama pemerintah tetap pada keamanan nasional, proses perdamaian di wilayah Timur Tengah, serta upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi. Ia menambahkan bahwa ia akan terus bekerja “seperti biasa” sambil menjalani perawatan yang diperlukan.