Mutasi Diagonal Danke Rajagukguk: Dari Kajari Karo ke Jabatan Fungsional, Utang Rp800 Juta Jadi Sorotan
Mutasi Diagonal Danke Rajagukguk: Dari Kajari Karo ke Jabatan Fungsional, Utang Rp800 Juta Jadi Sorotan

Mutasi Diagonal Danke Rajagukguk: Dari Kajari Karo ke Jabatan Fungsional, Utang Rp800 Juta Jadi Sorotan

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin, resmi melakukan mutasi terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Danke Rajagukguk, melalui Keputusan Nomor KEP‑IV‑347/C/04/2026 tertanggal 13 April 2026. Mutasi ini menempatkan Danke pada posisi fungsional, sementara posisi kajari Karo diisi oleh Edmond Novvery Purba, mantan Kajari Nias Selatan.

Latar Belakang Kasus Amsal Sitepu

Perubahan jabatan Danke tidak lepas dari sorotan publik terkait penanganan perkara videografer Amsal Christy Sitepu. Sitepu sempat didakwa korupsi atas proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, namun kemudian dinyatakan bebas. Meskipun demikian, proses penyidikan yang melibatkan Kajari Karo, Kasi Pidsus, serta dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) menimbulkan pertanyaan mengenai integritas penegakan hukum di daerah tersebut.

Langkah Kejaksaan Agung

Setelah dilakukan pemeriksaan pada 4 April 2026, Danke Rajagukguk serta Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Karo, Reinhard Harve Sembiring, dan dua JPU yang menangani kasus Sitepu, ditarik oleh tim Intel Kejaksaan Agung. Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa penarikan tersebut bersifat administratif dan merupakan bagian dari prosedur standar lembaga.

“Untuk Karo, Saudari Danke dimutasi diagonal, artinya dia tidak berada dalam jabatan struktural tetapi dalam jabatan fungsional untuk saat ini. Hal tersebut biasa terjadi di kementerian atau lembaga,” ujar Anang pada Senin, 13 April 2026.

Implikasi Finansial dan Utang Publik

Selain isu struktural, nama Danke Rajagukguk kembali menjadi sorotan karena laporan keuangan publik mengungkapkan adanya utang pribadi sebesar Rp800 juta yang belum terbayar. Utang ini, yang sebagian besar terkait dengan pinjaman pribadi dan kredit kendaraan, menjadi bahan perbincangan di kalangan pengamat keuangan, mengingat posisi strategis yang pernah diembannya.

  • Jumlah utang: Rp800.000.000
  • Jenis utang: kredit bank, pinjaman pribadi
  • Status pembayaran: belum lunas hingga April 2026

Pengamat menyebutkan bahwa meskipun utang pribadi tidak serta merta mempengaruhi kinerja jabatan publik, transparansi mengenai kondisi keuangan pejabat publik menjadi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Reaksi Publik dan Analisis Pengamat

Masyarakat Karo dan aktivis anti‑korupsi menilai mutasi Danke sebagai langkah preventif untuk memastikan independensi proses penyidikan. Namun, sebagian kritikus berpendapat bahwa mutasi “diagonal” masih menyisakan ruang bagi intervensi internal yang dapat memengaruhi hasil penyelidikan.

Sejumlah pakar hukum menilai bahwa prosedur mutasi diagonal sudah umum diterapkan dalam birokrasi Indonesia, namun menekankan perlunya pengawasan eksternal yang lebih ketat, khususnya pada kasus yang melibatkan potensi konflik kepentingan.

Prospek Karir Danke Rajagukguk

Setelah dipindahkan ke jabatan fungsional, Danke diperkirakan akan tetap aktif dalam lingkup Kejaksaan Agung, namun tidak lagi memegang otoritas struktural di tingkat daerah. Keputusan ini membuka peluang bagi beliau untuk mengisi posisi strategis di unit investigasi pusat atau menjadi penasihat hukum senior.

Meski demikian, spekulasi mengenai masa depan politik lokal Karo terus berkembang, terutama mengingat peran penting Kajari dalam koordinasi penegakan hukum di provinsi tersebut.

Secara keseluruhan, kasus Danke Rajagukguk mencerminkan dinamika birokrasi penegakan hukum di Indonesia, di mana isu integritas, transparansi keuangan, dan prosedur mutasi menjadi faktor kunci dalam menilai kredibilitas lembaga publik. Penanganan selanjutnya akan menjadi tolok ukur bagi upaya pencegahan korupsi di tingkat daerah.