Muscab PKB Sidoarjo Jadi Ajang Penentuan Arah, Bupati Tekankan Soliditas Kader
Muscab PKB Sidoarjo Jadi Ajang Penentuan Arah, Bupati Tekankan Soliditas Kader

Muscab PKB Sidoarjo Jadi Ajang Penentuan Arah, Bupati Tekankan Soliditas Kader

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Sidoarjo dilaksanakan pada akhir pekan ini, menjadi panggung utama untuk menentukan arah strategi partai menjelang pemilihan umum 2024. Acara yang berlangsung selama dua hari melibatkan lebih dari seratus kader, termasuk pimpinan cabang, pengurus wilayah, serta aktivis muda yang baru bergabung.

Bupati Sidoarjo, Subandi, membuka Muscab dengan menekankan pentingnya solidaritas antar kader. “Kita berada di titik krusial, dimana keputusan yang diambil di Muscab akan menjadi landasan bagi perjuangan partai di tingkat kabupaten dan provinsi,” ujar Subandi dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa persatuan internal adalah kunci untuk memenangkan hati pemilih, mengingat persaingan politik yang semakin ketat di wilayah Jawa Timur.

Agenda utama Muscab meliputi:

  • Evaluasi kinerja kepengurusan PKB Sidoarjo selama periode 2020‑2024.
  • Pemilihan kembali struktur kepengurusan cabang, termasuk ketua, sekretaris, dan bendahara.
  • Penyusunan program kerja jangka pendek dan menengah yang selaras dengan visi nasional PKB.
  • Diskusi strategi kampanye akar rumput menjelang Pilpres dan Pilkada 2024.

Dalam rapat pleno, beberapa kader mengajukan usulan mengenai peningkatan peran perempuan dalam struktur partai serta penekanan pada isu-isu pertanian dan kesejahteraan petani, yang menjadi basis konstituen PKB. Subandi menanggapi dengan menegaskan bahwa PKB harus tetap menjadi suara utama petani dan kelompok marginal, sekaligus mengintegrasikan generasi muda dalam proses pengambilan keputusan.

Sejumlah tokoh senior PKB, termasuk Ketua Umum Partai di tingkat provinsi, memberikan sambutan singkat melalui video konferensi. Mereka memuji komitmen PKB Sidoarjo dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah untuk memperkuat posisi partai di tingkat nasional.

Menjelang penutupan Muscab, Subandi menutup dengan seruan agar semua kader menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi. “Soliditas kader bukan sekadar slogan, melainkan fondasi yang harus kita pertahankan. Dengan bersatu, kita dapat mewujudkan perubahan yang nyata bagi masyarakat Sidoarjo,” tuturnya.

Hasil Muscab diperkirakan akan memengaruhi susunan calon legislatif (caleg) PKB di daerah tersebut, serta strategi komunikasi partai dalam menyikapi isu-isu lokal seperti pembangunan infrastruktur, penanggulangan banjir, dan revitalisasi ekonomi pasca‑pandemi.