LintasWarganet.com – 26 Juni 2026 | Sejumlah fakta menarik terungkap mengenai proses negosiasi yang hampir mengantar Cristiano Ronaldo ke AC Milan pada tahun 2018. Mantan direktur olahraga Rossoneri, Massimiliano Mirabelli, mengungkap secara rinci bagaimana klub asal Italia itu berada di ambang menandatangani pemain Portugis yang saat itu masih berada di Real Madrid. Negosiasi dimulai sejak final Liga Champions 2018 antara Juventus dan Real Madrid di Cardiff, ketika perwakilan AC Milan bertemu dengan agen Jorge Mendes untuk membahas kemungkinan transfer.
Mirabelli menjelaskan, “Kami menyusun proposal dan gagasan ini, dan Cristiano menganggapnya sangat menarik. Saat saya, Fassone, dan juga Gattuso berbicara dengannya, dia berkata, ‘Saya akan datang ke Milan. Saya belum pernah bermain di Liga Europa dan saya datang untuk memenangkannya.'” Ronaldo dikabarkan tidak terlalu mempermasalahkan ketidakhadiran Milan dari Liga Champions, melainkan melihat Liga Europa sebagai tantangan baru yang dapat menambah koleksi trofi pribadi.
Alasan di Balik Gagalnya Transfer
Walaupun kesepakatan pribadi antara pemain, agennya, serta Real Madrid yang menilai nilai transfer sekitar 100 juta euro telah hampir selesai, keputusan akhir ditentukan oleh pemilik klub pada waktu itu. Mirabelli menyebut, “Pemilik dari China menarik diri,” yang menyebabkan proses transfer terhenti. Akibatnya, Ronaldo memilih bergabung dengan Juventus pada musim panas 2018, menciptakan salah satu transfer terbesar dalam sejarah sepak bola Italia.
Kegagalan tersebut meninggalkan jejak pada strategi AC Milan selama beberapa musim berikutnya. Tanpa kehadiran Ronaldo, klub harus mencari alternatif untuk mengisi kekosongan di lini serang, mengandalkan pemain muda dan beberapa pemain veteran yang tidak selalu mampu mengisi peran yang diharapkan.
Paolo Maldini: Legenda yang Kini Menatap Masa Depan
Pada 26 Juni 2026, AC Milan mengirimkan ucapan selamat kepada Paolo Maldini yang berusia 58 tahun. Mantan kapten dengan catatan 902 penampilan, 33 gol, 7 gelar Scudetto, dan 5 gelar Liga Champions ini kini dipertimbangkan untuk mengisi posisi Direktur Teknis Tim Nasional Italia, sebuah tawaran yang datang dari Presiden FIGC, Giovanni Malagò. Jika Maldini menerima, ia akan bergabung dengan Antonio Conte yang dijadwalkan memimpin timnas sebagai pelatih utama.
Maldini menyatakan, “Saya mendengarkan, mencatat, dan merenungkan. Turun ke lapangan tanpa ruang gerak yang cukup bukan bagian dari pertimbangan saya, namun cakrawala dan prospek baru bagi sepak bola Italia menjadi daya tarik utama.” Keputusan ini dapat memengaruhi kebijakan transfer dan pengembangan pemain muda di AC Milan, mengingat Maldini pernah menjadi sosok kunci dalam struktur manajerial klub.
Ketegangan di Balik Meja Manajer: Massimiliano Allegri
Sementara itu, masa depan pelatih kepala AC Milan, Massimiliano Allegri, juga menjadi sorotan. Negosiasi antara Milan dan Napoli mengenai pemutusan kontrak Allegri telah memasuki hari ke-30 tanpa kesepakatan. Dua skenario utama sedang dipertimbangkan: pertama, penyelesaian finansial yang mencakup Allegri dan stafnya, memungkinkan pelatih asal Livorno menandatangani kontrak tiga tahun dengan Napoli; kedua, pengunduran diri Allegri yang dapat memicu klaim ganti rugi di pengadilan olahraga.
Allegri saat ini berada di Sardinia, menunggu hasil akhir sebelum kembali ke Italia. Stafnya sudah mengambil keputusan masing‑masing; pelatih kiper Claudio Filippi telah bergabung dengan Fiorentina, sementara Bernardo Corradi kini menjadi pelatih Sampdoria.
Dampak Keseluruhan pada AC Milan
Kombinasi dari kegagalan mendatangkan Ronaldo, potensi peran baru bagi Maldini, dan ketidakpastian kepelatihan Allegri menandai fase transisi penting bagi AC Milan. Klub harus menyeimbangkan ambisi kembali menembus Liga Champions dengan realitas keuangan dan struktur kepemilikan yang terus berubah. Pengalaman kehilangan Ronaldo menunjukkan betapa keputusan pemilik dapat mengubah arah strategi jangka panjang.
Di tengah persaingan Serie A yang ketat, Milan masih berusaha menegakkan identitas taktik yang kuat sekaligus menyiapkan generasi pemain muda untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan bintang-bintang sebelumnya. Jika Maldini menerima tawaran sebagai direktur teknis timnas, kemungkinan kolaborasi antara klub dan federasi dapat membuka jalur baru bagi pengembangan talenta lokal, yang pada gilirannya dapat memperkuat skuad utama Milan.
Ke depan, keputusan-keputusan strategis ini akan menjadi penentu apakah Rossoneri mampu kembali ke puncak sepak bola Italia dan Eropa, atau tetap berada di zona menengah yang kini semakin kompetitif.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet