LintasWarganet.com – 06 April 2026 | Semarang – Setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Barito Putera pada pekan ke-23 BRI Super League, PSIS Semarang kembali menorehkan hasil gemilang dengan kemenangan meyakinkan 6-1 atas lawan yang sama dalam lanjutan pertemuan dua minggu belakangan. Kemenangan ini menjadi sorotan utama tidak hanya karena selisih gol yang besar, melainkan juga karena adanya misteri di balik ketidakhadiran gelandang kreatif Rafinha, yang tidak masuk lapangan akibat kesalahan administratif pada jersey pemain.
Latar Belakang Kekalahan dan Upaya Perbaikan
Pada 5 April 2026, PSIS gagal menahan serangan Barito Putera di Stadion Jatidiri, terpaksa menelan skor 0-1. Pelatih Andri Ramawi Putra mengakui bahwa tim belum mampu mengoptimalkan peluang meskipun menurunkan pemain dengan kecepatan dan penetrasi seperti Rafinha, Wawan Febrianto, dan Fahmi Al-Ayyubi. “Kami sudah melakukan pergantian strategi, namun finishing masih menjadi pekerjaan rumah,” ujar Andri dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Setelah kegagalan tersebut, Andri melakukan evaluasi menyeluruh, menekankan peningkatan konsistensi serangan serta penyempurnaan taktik di lini tengah. Pemain muda seperti Safna Delpi dan Alberto Goncalves juga diminta meningkatkan ketajaman di kotak penalti.
Kemenangan 6-1: Kebangkitan PSIS
Dalam laga balik yang digelar pada 19 April 2026, PSIS menampilkan permainan yang jauh lebih terstruktur. Gol dibuka oleh Otavio Dutra pada menit ke-12, diikuti serangkaian gol dari Bayu Pradana (20′), Mario Londok (34′), serta tiga gol tambahan pada babak kedua oleh Wawan Febrianto, Fahmi Al-Ayyubi, dan striker baru, Dimas Prasetyo. Total 6-1 mencerminkan perbaikan dalam penyelesaian akhir dan kemampuan tim dalam mengontrol tempo pertandingan.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras asuhan Andri, yang menekankan rotasi pemain dan pemanfaatan kecepatan pemain sayap. “Kami menyesuaikan formasi menjadi 4-3-3 dengan peran ofensif yang lebih jelas, sehingga ruang bagi penyerang untuk masuk menjadi lebih leluasa,” jelas Andri.
Misteri Ketidakhadiran Rafinha
Namun, sorotan utama tetap pada nama jersey yang keliru. Rafinha, yang sempat menjadi andalan dalam beberapa pertandingan terakhir, tidak tercantum dalam daftar resmi pemain pada hari pertandingan. Kesalahan administrasi terjadi ketika staf operasional memasukkan nama “Rafina” alih-alih “Rafinha” pada formasi tim, sehingga sistem registrasi Liga menolak keabsahan nomor punggungnya.
- Kesalahan terdeteksi hanya beberapa jam sebelum kickoff.
- Manajer tim, Sigit Pratama, mengonfirmasi bahwa prosedur koreksi nama tidak dapat dilakukan setelah batas waktu pengajuan.
- Rafinha harus menunggu pertandingan selanjutnya untuk kembali bermain, meskipun ia siap secara fisik.
Andri menyatakan kekecewaan atas insiden tersebut, namun menekankan bahwa tim tetap fokus pada hasil di lapangan. “Kita tidak boleh membiarkan hal administratif mengganggu performa tim. Kami sudah menyiapkan cadangan yang cukup, dan hasilnya terbukti,” ujarnya.
Reaksi Penggemar dan Analisis Pakar
Penggemar PSIS menyambut kemenangan dengan antusias, namun tidak dapat menutup mulut tentang kejadian jersey. Beberapa forum supporter menilai bahwa manajemen klub harus meningkatkan prosedur internal untuk menghindari kekeliruan serupa di masa depan. Pakar sepakbola, Deddy Haryanto, berpendapat bahwa meskipun Rafinha tidak bermain, PSIS menunjukkan kedalaman skuad yang cukup untuk menutupi absennya.
“Kemenangan 6-1 menunjukkan bahwa PSIS memiliki opsi taktis yang variatif. Namun, kehilangan pemain kunci karena kesalahan administratif adalah pelajaran berharga bagi seluruh klub di Liga 1,” ujar Haryanto.
Prospek Ke Depan
Keberhasilan ini membawa PSIS kembali ke zona aman klasemen, menempati posisi keenam dengan poin yang cukup untuk bersaing di papan tengah. Jadwal selanjutnya menantang, dengan pertemuan melawan Persiku Kudus pada 25 April dan Persipura Jayapura pada 2 Mei. Andri menegaskan bahwa tim akan tetap mengandalkan kedalaman skuad dan menunggu Rafinha kembali beraksi.
Jika klub dapat memperbaiki prosedur administratif dan menjaga konsistensi performa, PSIS berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat di paruh kedua musim ini.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet