Miguel Almirón: Dari Red Card Kontroversial di Piala Dunia 2026 hingga Kebangkitan di Atlanta United
Miguel Almirón: Dari Red Card Kontroversial di Piala Dunia 2026 hingga Kebangkitan di Atlanta United

Miguel Almirón: Dari Red Card Kontroversial di Piala Dunia 2026 hingga Kebangkitan di Atlanta United

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Paraguay menorehkan sejarah tak terlupakan pada Piala Dunia 2026 ketika Miguel Almirón menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah karena menutupi mulutnya dalam konfrontasi di lapangan. Insiden tersebut terjadi pada pertandingan pembukaan melawan Inggris, memicu perdebatan luas tentang disiplin pemain di turnamen terbesar sepak bola dunia. Meskipun aksi tersebut menjadi sorotan utama, karier Almirón mencakup lebih dari sekadar satu momen kontroversial.

Karier Awal dan Puncak di MLS

Almirón memulai perjalanan profesionalnya di Paraguay sebelum bergabung dengan klub MLS, Atlanta United, pada tahun 2017. Keputusan tersebut awalnya dipandang skeptis, mengingat liga Amerika masih dianggap sekunder dibandingkan liga-liga Eropa. Namun, talenta sayap kanan asal Paraguay itu segera membuktikan nilai tambahnya. Pada musim pertamanya, ia membantu Atlanta United meraih gelar MLS Cup, menjadikannya tim termuda yang memenangkan kejuaraan tersebut.

Penampilan gemilang Almirón bersama Atlanta tidak hanya terbatas pada statistik gol dan assist. Ia menjadi figur sentral dalam budaya suporter klub, dikenal dengan gaya permainan cepat, dribbling yang memukau, dan kemampuan menciptakan peluang dari sisi lapangan. Penghargaan MLS Newcomer of the Year 2018 menegaskan kontribusinya yang signifikan.

Transfer Rekor ke Premier League

Keberhasilan di MLS menarik perhatian klub-klub Eropa, dan pada Januari 2019, Almirón menandatangani kontrak dengan Newcastle United dengan nilai transfer sebesar 22 juta poundsterling—rekor tertinggi bagi pemain MLS pada saat itu. Kepindahan tersebut menandai babak baru dalam kariernya, meskipun adaptasi di Premier League tidak selalu mulus. Selama masa di Newcastle, Almirón menunjukkan momen-momen brilian, namun konsistensi menjadi tantangan karena persaingan ketat di skuad.

Kembali ke Atlanta United dan Dampak di Piala Dunia 2026

Pada 2025, Almirón kembali ke Atlanta United, keputusan yang disambut hangat oleh suporter. Kepulangannya membawa pengalaman internasional yang berharga, memperkuat lini serang tim, dan meningkatkan eksposur liga domestik. Kembalinya Almirón bertepatan dengan persiapan Piala Dunia 2026, di mana Paraguay berhasil lolos sebagai salah satu tim representatif Amerika Selatan.

Dalam pertandingan pembukaan melawan Inggris, Almirón terlibat dalam insiden yang berujung pada kartu merah. Saat wasit menghentikan permainan karena sebuah pelanggaran, Almirón menutupi mulutnya—gerakan yang ditafsirkan sebagai upaya menutupi provokasi verbal. Keputusan tersebut menandai pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia seorang pemain dihukum karena tindakan serupa. Thomas Tuchel, pelatih tim Inggris, menegaskan pentingnya kedisiplinan, menyebut bahwa “satu kartu merah dapat mengubah seluruh dinamika pertandingan”.

Reaksi Media dan Dampak Disiplin

Insiden Almirón memicu perdebatan luas mengenai kebijakan kartu merah FIFA yang semakin ketat. Sejumlah analis menganggap keputusan tersebut sebagai contoh penerapan aturan baru yang menekankan kontrol emosional pemain. Meskipun demikian, banyak yang menyoroti bahwa emosi di lapangan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kompetisi tingkat tinggi.

Di luar sorotan Piala Dunia, performa Almirón di MLS terus mencuri perhatian. Pada musim 2025, ia kembali masuk dalam daftar pemain terlaris Atlanta United, mencetak 12 gol dan 15 assist, membantu tim mencapai babak semifinal MLS Playoffs. Keberhasilan tersebut memperkuat citra Almirón sebagai pemain yang mampu bangkit dari kontroversi dan tetap berkontribusi secara signifikan bagi klubnya.

Kesimpulan

Miguel Almirón telah menapaki lintasan karier yang penuh warna—dari menorehkan sejarah kontroversial di Piala Dunia 2026 hingga menjadi sosok penting dalam kebangkitan Atlanta United. Kejadian kartu merahnya menambah dimensi baru pada perdebatan tentang disiplin dalam sepak bola, sementara kontribusinya di MLS menegaskan nilai dan kualitas pemain asal Amerika Selatan di kancah internasional. Dengan pengalaman yang terus bertambah, Almirón diperkirakan akan tetap menjadi figur kunci baik bagi klub maupun tim nasional Paraguay dalam beberapa tahun mendatang.