Messi Pimpin Argentina ke Puncak Dunia 2026: Usia Tak Jadi Penghalang, Strategi Baru, dan Harapan Besar
Messi Pimpin Argentina ke Puncak Dunia 2026: Usia Tak Jadi Penghalang, Strategi Baru, dan Harapan Besar

Messi Pimpin Argentina ke Puncak Dunia 2026: Usia Tak Jadi Penghalang, Strategi Baru, dan Harapan Besar

LintasWarganet.com – 13 Juni 2026 | Ketika dunia menantikan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Tim Nasional Argentina kembali berada di barisan terdepan dengan harapan mengulang kejayaan 2022. Lionel Messi, yang kini memasuki fase akhir karier internasional, tetap menjadi sosok sentral. Pendapat Ousmane Dembélé, rekan setimnya di Barcelona, menegaskan bahwa usia tidak menjadi penghalang bagi Messi untuk mengantarkan Albiceleste meraih gelar juara lagi.

Messi Tetap Menjadi Andalan Meski Usia Meningkat

Dalam sesi latihan di pusat pelatihan Sporting Kansas City pada 11 Juni 2026, Messi menunjukkan konsistensi teknis yang sama dengan masa mudanya. Dembélé, yang kini memperkuat tim Prancis, menuturkan bahwa kualitas Messi tak berkurang meski usianya terus bertambah. “Usia bukan masalah, Messi masih memiliki visi, kecepatan berpikir, dan kemampuan memimpin yang luar biasa,” ujar Dembélé dalam wawancara.

Kondisi fisik Messi juga terus dipantau oleh tim medis Argentina. Meskipun ia tidak lagi menjadi pelari paling cepat, pengalaman, kemampuan membaca permainan, serta kepemimpinan di lapangan menjadikannya pemain kunci dalam skema taktik Lionel Scaloni.

Perubahan Penting di Lini Pertahanan: Marcos Senesi Masuk

Menjelang turnamen, AFA mengumumkan perubahan penting pada skuad 26 pemain. Leonardo Balerdi, bek kanan yang diharapkan menjadi starter, harus absen karena cedera otot pada otot soleus kaki kanan. Sebagai gantinya, Scaloni menurunkan Marcos Senesi, bek tengah berusia 29 tahun, untuk mengisi kekosongan di lini pertahanan.

Senesi, yang sebelumnya berkarier di Serie A Italia dan memiliki darah keturunan Italia, menolak tawaran bermain untuk tim Italia dan tetap setia pada Albiceleste. Ia telah tampil dalam beberapa laga persahabatan, termasuk kemenangan 1‑0 atas Venezuela pada Oktober 2025 dan penampilan melawan Mauritania pada Maret 2026. Kedatangan Senesi di Kansas City diharapkan menambah kestabilan di lini belakang, memberikan perlindungan lebih pada Messi dan rekan-rekannya.

Strategi Scaloni Menjelang Piala Dunia

Skaloni menekankan pentingnya keseimbangan antara serangan kreatif Messi dan soliditas pertahanan. Dengan Senesi di tengah, lini pertahanan diharapkan lebih disiplin, memungkinkan sayap kiri dan kanan yang lebih agresif. Formasi yang dipilih kemungkinan besar 4‑3‑3, dengan Messi sebagai false nine, mendukung dua penyerang cepat dan satu gelandang menyerang yang dapat menyalurkan bola ke Messi.

Selain itu, pelatih mengandalkan kedalaman skuad. Pemain muda seperti Julian Alvarez dan Lautaro Martínez tetap menjadi ancaman utama di lini depan, sementara gelandang tengah seperti Rodrigo De Paul dan Enzo Fernández diharapkan menjadi mesin pengatur tempo.

Kompetisi Ketat: Persaingan di Grup dan Tantangan Global

  • Argentina berada di Grup 10 bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Pertandingan pembuka melawan Aljazair diprediksi sengit mengingat kedua tim memiliki pemain bintang yang berkompetisi di liga-liga top Eropa.
  • Tim-tim tradisional seperti Brazil diperkirakan menghadapi masa transisi. Dipandu Carlo Ancelotti, Brazil mengalami penurunan performa dan harus bersaing melawan Maroko yang sedang naik daun.
  • Maroko, yang menjadi harapan bangsa Arab, menunjukkan konsistensi sejak semifinal Piala Dunia 2022. Keberhasilan mereka menambah tekanan pada tim-tim klasik di grup masing-masing.

Dengan kompetisi yang semakin merata, Argentina tidak dapat mengandalkan nama besar saja. Keberhasilan Messi dan rekan-rekannya akan sangat dipengaruhi pada konsistensi taktik, kebugaran pemain, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan lawan yang semakin kompetitif.

Harapan dan Tekanan di Balik Bintang Messi

Tekanan untuk mengulangi prestasi 2022 sangat besar, terutama setelah pernyataan Dembélé yang menegaskan kemampuan Messi. Namun, dukungan internal dan kebijakan seleksi yang fleksibel memberikan ruang bagi pelatih untuk bereksperimen. Jika Messi dapat mengoptimalkan peranannya sebagai playmaker sekaligus pemimpin, peluang Argentina untuk kembali menancapkan trofi di tangan mereka semakin tinggi.

Kesimpulannya, kombinasi pengalaman Messi, penambahan Senesi di lini pertahanan, serta taktik dinamis Scaloni menyiapkan Argentina sebagai salah satu kandidat utama untuk mengangkat Piala Dunia 2026. Meskipun persaingan ketat dan tantangan baru muncul, Albiceleste tetap memiliki keunggulan mental dan teknis yang sulit disaingi.