Mesir dan Turki Selenggarakan Latihan Udara Gabungan, Tanda Pencairan Hubungan Bilateral
Mesir dan Turki Selenggarakan Latihan Udara Gabungan, Tanda Pencairan Hubungan Bilateral

Mesir dan Turki Selenggarakan Latihan Udara Gabungan, Tanda Pencairan Hubungan Bilateral

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Mesir dan Turki telah menyelesaikan latihan udara gabungan yang berlangsung selama beberapa hari, menandai langkah penting dalam proses pencairan hubungan diplomatik kedua negara yang sempat tegang.

Latihan yang dilaksanakan di pangkalan udara Al‑Zaqazi di Mesir ini melibatkan pesawat tempur F‑16 Fighting Falcon milik Turki dan pesawat Mirage 2000 serta MiG‑29 milik Mesir. Kedua belah pihak menurunkan lebih dari 30 pesawat dan melakukan serangkaian manuver taktis, termasuk latihan serangan udara, pertahanan udara, serta operasi penyelamatan darurat.

Berikut rincian utama dari latihan tersebut:

  • Jumlah pesawat yang berpartisipasi: lebih dari 30 unit.
  • Jenis pesawat Turki: F‑16 Block 50/52.
  • Jenis pesawat Mesir: Mirage 2000, MiG‑29, dan Sukhoi Su‑30.
  • Durasi latihan: 4 hari.
  • Lokasi: Pangkalan Udara Al‑Zaqazi, Mesir.

Latihan ini terjadi setelah beberapa tahun hubungan bilateral antara kedua negara mengalami penurunan akibat perselisihan politik dan militer. Pada 2015, Mesir menutup hubungan diplomatik dengan Turki setelah krisis di Gaza, dan keduanya baru kembali menjalin dialog pada tahun 2023.

Pejabat militer Mesir, Letnan Jenderal Mahmoud Hegazy, menyatakan bahwa latihan ini “menunjukkan niat kedua negara untuk memperkuat kerjasama pertahanan dan meningkatkan interoperabilitas pasukan udara.” Sementara Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, menambahkan bahwa “latihan bersama ini merupakan bukti komitmen kami untuk menjaga stabilitas regional dan memperkuat persahabatan strategis.”

Para analis menilai bahwa latihan bersama ini dapat membuka jalan bagi kerja sama lebih luas di bidang pertahanan, termasuk pertukaran intelijen, pelatihan bersama, dan potensi penjualan peralatan militer. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa hubungan politik yang masih sensitif dapat mempengaruhi keberlanjutan kerja sama tersebut.

Ke depan, kedua negara berencana mengadakan lebih banyak latihan bersama secara periodik serta memperluas dialog keamanan di tingkat tinggi, dengan harapan menciptakan iklim keamanan yang lebih stabil di kawasan Timur Tengah.