Menteri PPPA: Sekolah Rakyat Bangkitkan Semangat Anak-anak
Menteri PPPA: Sekolah Rakyat Bangkitkan Semangat Anak-anak

Menteri PPPA: Sekolah Rakyat Bangkitkan Semangat Anak-anak

LintasWarganet.com – 06 April 2026 | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya peran Sekolah Rakyat dalam menumbuhkan semangat belajar anak-anak, terutama di wilayah yang selama ini terpinggirkan. Menurutnya, kehadiran sekolah‑sekolah berbasis komunitas ini menjadi katalisator utama untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.

Program Sekolah Rakyat diluncurkan sebagai respons pemerintah terhadap kesenjangan pendidikan di daerah pedesaan dan perbatasan. Sekolah ini bersifat non‑formal, beroperasi dengan dukungan relawan, lembaga sosial, serta dana alokasi khusus dari Kementerian PPPA. Fasilitas yang disediakan meliputi ruang kelas sederhana, bahan ajar berbasis digital, serta program ekstrakurikuler yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas dan karakter anak.

Dalam sambutannya, Arifah Fauzi mengungkapkan beberapa capaian penting program ini:

  • Sudah beroperasi di lebih dari 150 desa di 12 provinsi.
  • Mengakomodasi lebih dari 25.000 anak usia 6‑14 tahun.
  • Mengintegrasikan kurikulum nasional dengan nilai-nilai kearifan lokal.
  • Menjalin kemitraan dengan 30 LSM pendidikan dan 45 perguruan tinggi untuk pelatihan guru sukarelawan.

Namun, Menteri PPPA juga mengakui adanya tantangan yang harus diatasi, antara lain keterbatasan infrastruktur internet, kurangnya tenaga pendidik yang terlatih, serta kebutuhan dana yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mengumumkan rencana peningkatan anggaran sebesar 20 persen untuk tiga tahun ke depan, sekaligus memperluas jaringan kerjasama dengan sektor swasta guna menyediakan peralatan belajar digital dan beasiswa bagi anak‑anak berprestasi.

Arifah Fauzi menutup dengan harapan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga wadah pembentukan karakter, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan hak anak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif, baik melalui donasi, menjadi relawan, atau mendukung kebijakan yang memperkuat sistem pendidikan inklusif.