LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Menlu Indonesia, Sugiono, mengutuk keras serangan udara Israel yang menimpa posisi militer Lebanon pada tanggal 26 Maret 2024, yang mengakibatkan tewasnya seorang prajurit TNI. Menurut laporan resmi, serangan tersebut menargetkan instalasi pertahanan yang dikelola oleh Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), namun menewaskan anggota TNI yang tengah menjalankan tugas pengamanan.
Sugiono menegaskan bahwa Indonesia menuntut adanya de‑eskalasi segera dari semua pihak yang terlibat, serta menunggu hasil investigasi menyeluruh oleh UNIFIL untuk mengungkap fakta lengkap di balik insiden tersebut. “Kami mengharapkan klarifikasi yang transparan dan akuntabel, serta menolak segala bentuk kekerasan yang dapat memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Dalam pernyataannya, Menlu juga menekankan beberapa poin penting:
- Penegakan hukum internasional harus ditegakkan tanpa diskriminasi.
- Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik lebih luas.
- Hasil investigasi UNIFIL harus menjadi dasar bagi langkah diplomatik selanjutnya.
Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, di mana hubungan antara Israel dan Lebanon telah lama tegang. Kematian prajurit TNI menimbulkan keprihatinan mendalam di dalam negeri, mengingat Indonesia memiliki pasukan perdamaian di UNIFIL sejak tahun 1978. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi personel TNI yang bertugas di luar negeri, sekaligus terus berupaya memperkuat dialog damai di tingkat internasional.
Menlu Sugiono menutup pernyataannya dengan menyerukan kepada komunitas internasional untuk bersama‑sama mendorong proses perdamaian yang berkelanjutan, serta memastikan bahwa setiap tindakan militer yang dilakukan tidak melanggar prinsip‑prinsip hukum humaniter internasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet