Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Kendaraan Utama Ekonomi Hijau Indonesia
Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Kendaraan Utama Ekonomi Hijau Indonesia

Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Kendaraan Utama Ekonomi Hijau Indonesia

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa koperasi merupakan pilar utama dalam percepatan ekonomi hijau Indonesia. Menurutnya, kekayaan alam Indonesia—dari hutan tropis yang luas, potensi ekonomi karbon, hingga keanekaragaman hayati yang melimpah—memungkinkan terciptanya peluang usaha berkelanjutan yang dapat dikelola oleh koperasi.

Ferry menyoroti tiga bidang strategis yang harus difokuskan:

  • Pengelolaan Hutan Tropis: Koperasi dapat memimpin program penanaman kembali, pemeliharaan hutan, serta pengembangan produk non‑kayu seperti resin, madu, dan obat tradisional.
  • Ekonomi Karbon: Dengan mekanisme perdagangan karbon, koperasi dapat menjadi penerima manfaat langsung dari kredit karbon yang dihasilkan oleh proyek konservasi hutan.
  • Keanekaragaman Hayati: Koperasi berpotensi mengoptimalkan pemanfaatan spesies endemik melalui budidaya berkelanjutan dan pemasaran produk berbasis bioekonomi.

Pemerintah berkomitmen menyediakan dukungan regulasi dan pembiayaan, termasuk akses mudah ke dana bergulir, pelatihan teknis, dan insentif pajak. Selain itu, upaya sinergi antara kementerian, lembaga keuangan, dan jaringan koperasi nasional diharapkan dapat mempercepat skala produksi serta memperluas pasar domestik dan internasional.

Beberapa contoh inisiatif telah berjalan, antara lain Koperasi Hutan Lestari di Kalimantan yang berhasil menjual kredit karbon senilai US$5 juta, serta Koperasi Agroforestri di Sulawesi yang mengintegrasikan pertanian organik dengan penanaman pohon bakau untuk mitigasi perubahan iklim.

Namun, tantangan tetap ada, termasuk keterbatasan kapasitas manajerial koperasi, akses teknologi, dan kebutuhan akan standar sertifikasi yang kredibel. Oleh karena itu, Ferry menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan koperasi tidak hanya menjadi motor ekonomi hijau, tetapi juga agen perubahan sosial yang inklusif.