Menkomdigi Ungkap Digitalisasi untuk Memperbaiki Cara Kerja Koperasi

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan sebuah strategi menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan daya saing koperasi di seluruh Indonesia.

Dalam sebuah acara yang dihadiri perwakilan Kementerian Koperasi, pelaku usaha koperasi, serta para ahli teknologi, Meutya menyoroti tiga pilar utama yang harus dikuatkan melalui transformasi digital:

  1. Infrastruktur Teknologi: Penyediaan jaringan internet yang stabil di wilayah pedesaan, serta akses ke platform digital yang mudah digunakan.
  2. Kapabilitas SDM: Pelatihan dan peningkatan literasi digital bagi anggota koperasi, agar mereka mampu memanfaatkan aplikasi keuangan, manajemen inventaris, dan pemasaran online.
  3. Regulasi dan Insentif: Penyusunan kebijakan yang mempermudah adopsi teknologi, termasuk insentif fiskal bagi koperasi yang mengimplementasikan sistem berbasis cloud.

Meutya juga mengumumkan peluncuran program “Koperasi Digital 2025” yang menargetkan 30% koperasi di Indonesia mengadopsi solusi digital paling lambat akhir 2025. Program ini mencakup bantuan pendanaan sebesar Rp 1,2 triliun yang akan dialokasikan melalui Kementerian Koperasi dan UKM, serta kolaborasi dengan perusahaan teknologi nasional untuk menyediakan paket perangkat lunak dengan biaya terjangkau.

Beberapa manfaat yang diharapkan dari digitalisasi koperasi antara lain:

  • Peningkatan akurasi pencatatan keuangan, mengurangi risiko kesalahan manual.
  • Pengurangan biaya operasional melalui otomatisasi proses administrasi.
  • Memperluas jangkauan pasar dengan platform e‑commerce yang terintegrasi.
  • Memperkuat kontrol internal dan kepatuhan terhadap regulasi perpajakan.

Meutya menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital koperasi tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.