Menko Zulhas: Pemerintah Bangun 2.000 Kampung Nelayan pada 2026
Menko Zulhas: Pemerintah Bangun 2.000 Kampung Nelayan pada 2026

Menko Zulhas: Pemerintah Bangun 2.000 Kampung Nelayan pada 2026

LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengumumkan bahwa pemerintah akan memulai program pembangunan 2.000 kampung nelayan baru yang dijadwalkan selesai pada tahun 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan nasional, meningkatkan kesejahteraan para nelayan, serta menanggulangi permasalahan infrastruktur yang selama ini menghambat produktivitas.

Program ini akan difokuskan pada daerah-daerah pesisir yang memiliki potensi perikanan tinggi namun masih terbatas aksesnya terhadap fasilitas dasar seperti pelabuhan kecil, tempat penyimpanan hasil tangkapan, dan sarana sanitasi. Selain itu, pemerintah berencana menyediakan jaringan listrik, air bersih, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan di setiap kampung yang dibangun.

Berikut adalah beberapa target utama yang ingin dicapai melalui program ini:

  • Menambah kapasitas produksi perikanan nasional sebesar 15% dalam lima tahun ke depan.
  • Mengurangi tingkat kemiskinan nelayan di wilayah target dari 20% menjadi di bawah 10%.
  • Meningkatkan akses pasar bagi produk perikanan lokal melalui pembangunan pelabuhan penangkap dan fasilitas logistik.
  • Mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian sumber daya laut.

Rincian anggaran dan fase pelaksanaan dirangkum dalam tabel berikut:

Fase Waktu Anggaran (Miliar Rupiah)
Persiapan & Perencanaan 2024 – 2025 1.200
Pembangunan Fisik 2025 – 2026 8.500
Operasional & Pengawasan 2026 – 2027 700

Pembangunan akan dilaksanakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Pekerjaan Umum, serta lembaga keuangan pembangunan. Zulhas menegaskan bahwa seluruh proses akan diawasi secara transparan dan melibatkan partisipasi aktif komunitas nelayan setempat.

Jika program ini berjalan sesuai rencana, diharapkan akan tercipta jaringan kampung nelayan yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi perikanan terbesar di dunia.