Menko Yusril: Pemerintah tak Pernah Nilai Kritik Sebagai Musuh

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Prof. Yusril Ihza Mahendra, menanggapi tudingan bahwa pemerintah bersikap antikritik. Dalam sebuah konferensi pers di Istana Kepresidenan, Yusril menegaskan bahwa kritik tidak pernah dipandang sebagai musuh, melainkan sebagai bahan evaluasi yang penting bagi perbaikan kebijakan.

Yusril menambahkan bahwa selama masa kepemimpinannya, pemerintah telah menerima masukan terkait sejumlah isu, antara lain:

  • Pembaruan regulasi hukum pidana yang masih diperdebatkan.
  • Penegakan hak asasi manusia dalam penanganan imigrasi.
  • Reformasi sistem pemasyarakatan untuk mengurangi tingkat residivisme.

Ia menekankan bahwa proses dialog antara pemerintah dan pihak yang mengkritik harus bersifat dua arah, tanpa tekanan atau ancaman. “Kami membuka ruang bagi akademisi untuk menyampaikan temuan mereka, asalkan disertai data yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Pengamat politik menilai pernyataan Yusril mencerminkan upaya pemerintah untuk memperbaiki citra transparansi setelah beberapa kebijakan kontroversial menuai sorotan publik. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa realisasi dari sikap terbuka ini masih bergantung pada implementasi konkret di lapangan.

Dengan menegaskan posisi tersebut, Yusril berharap agar kritik dapat menjadi pendorong inovasi kebijakan, bukan menjadi beban politik.