Menko Pangan minta pengelola SPPG utamakan misi gizi nasional

LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mewujudkan misi gizi nasional. Ia menyampaikan bahwa SPPG harus menjadi ujung tombak dalam upaya menurunkan angka stunting, meningkatkan status gizi anak balita, serta mengatasi masalah gizi buruk pada kelompok rentan.

Dalam pertemuan internal yang dilaksanakan pada hari Senin, Zulkifli menekankan bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya terbatas pada penyediaan fasilitas, melainkan harus diikuti dengan pelaksanaan program yang terkoordinasi, berbasis data, dan responsif terhadap kebutuhan daerah. Ia meminta pengelola SPPG untuk:

  • Memprioritaskan layanan gizi seimbang bagi ibu hamil, menyusui, dan anak di bawah lima tahun.
  • Memperkuat kerjasama dengan puskesmas, posyandu, dan lembaga swadaya masyarakat dalam penyuluhan gizi.
  • Mengoptimalkan penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk program gizi, termasuk pemanfaatan dana desa dan bantuan sosial.
  • Melakukan pemantauan dan evaluasi rutin berbasis indikator gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

Menko Pangan juga mengingatkan bahwa tantangan utama dalam pencapaian target gizi nasional meliputi keterbatasan sumber daya manusia, akses geografis yang sulit, serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Oleh karena itu, ia menginstruksikan agar SPPG mengembangkan strategi inovatif, seperti penggunaan teknologi informasi untuk pelaporan data gizi secara real‑time dan penyuluhan berbasis media digital.

Selain itu, Zulkifli menekankan bahwa semua pihak, termasuk pemerintah daerah, harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pola makan sehat, misalnya dengan meningkatkan ketersediaan pangan bergizi di pasar tradisional dan mengurangi konsumsi makanan tidak bergizi.

Dengan penekanan pada misi gizi nasional, diharapkan SPPG dapat berkontribusi signifikan dalam menurunkan prevalensi stunting yang masih berada di atas target 2024, serta meningkatkan indeks massa tubuh (IMT) anak-anak Indonesia secara keseluruhan.