LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, menegaskan pentingnya menjaga standar kualitas tinggi dalam proses konstruksi Moda Raya Terpadu (MRT) fase 2A. Menurutnya, proyek ini tidak hanya menjadi simbol modernisasi transportasi publik, tetapi juga harus menjamin keamanan serta daya tahan jangka panjang.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada tanggal … Dudy menyoroti beberapa poin utama:
- Pengawasan ketat oleh tim independen yang melibatkan Badan Pengawas Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian PUPR.
- Penerapan standar internasional untuk material, teknik pengelasan, dan kontrol mutu beton.
- Audit rutin setiap tahap pembangunan, mulai dari pondasi hingga instalasi sistem kelistrikan.
- Penegakan sanksi tegas bagi kontraktor yang tidak memenuhi persyaratan mutu.
Proyek MRT fase 2A mencakup pembangunan tiga jalur utama yang menghubungkan kawasan Barat, Tengah, dan Timur Jakarta, dengan total panjang sekitar 17,8 kilometer dan 14 stasiun baru. Target penyelesaian diproyeksikan pada akhir tahun 2027, namun Menhub menegaskan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas.
Selain itu, Dudy menambahkan bahwa penggunaan teknologi Building Information Modeling (BIM) akan dioptimalkan untuk memantau setiap detail desain secara real‑time, sehingga potensi kesalahan dapat diidentifikasi lebih awal.
Dengan menitikberatkan pada aspek kualitas, diharapkan MRT fase 2A tidak hanya meningkatkan kapasitas transportasi, tetapi juga menjadi contoh proyek infrastruktur yang berkelanjutan dan aman bagi seluruh pengguna.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet