Mengintip Sespimti Polri Dikreg ke-35: Calon Jenderal Diuji Kepemimpinan Digital dan Empati Sosial
Mengintip Sespimti Polri Dikreg ke-35: Calon Jenderal Diuji Kepemimpinan Digital dan Empati Sosial

Mengintip Sespimti Polri Dikreg ke-35: Calon Jenderal Diuji Kepemimpinan Digital dan Empati Sosial

LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Program Seleksi dan Pendidikan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 kembali digelar dengan fokus yang lebih modern. Kegiatan ini dirancang untuk menyiapkan calon jenderal Polri agar mampu memimpin di era digital sekaligus menumbuhkan rasa empati sosial yang kuat.

Selama rangkaian pelatihan, para peserta dibekali dengan empat pilar utama: kepemimpinan berbasis data, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), konsep smart policing, serta penguatan empati sosial. Setiap pilar diintegrasikan ke dalam modul-modul praktis yang menuntut peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengaplikasikannya dalam skenario nyata.

Pilar-Pilar Utama

  • Kepemimpinan Berbasis Data: Mengajarkan cara mengumpulkan, menganalisis, dan mengambil keputusan strategis berdasarkan data operasional.
  • Kecerdasan Buatan (AI): Memperkenalkan algoritma prediktif untuk mengantisipasi pola kejahatan dan mempercepat respons.
  • Smart Policing: Mengintegrasikan teknologi IoT, sensor, dan sistem informasi geografis (GIS) untuk meningkatkan efektivitas patroli dan pengawasan.
  • Empati Sosial: Mengembangkan kemampuan mendengarkan masyarakat, memahami kebutuhan mereka, serta membangun kepercayaan publik.

Rangkaian Kegiatan

Hari Materi Metode
Hari 1 Pengenalan Kepemimpinan Digital Workshop + Simulasi Data
Hari 2 AI dalam Penegakan Hukum Studi Kasus + Praktik AI
Hari 3 Smart Policing Demo Teknologi + Field Exercise
Hari 4 Empati Sosial Dialog Masyarakat + Role Play
Hari 5 Integrasi Semua Pilar Latihan Tim + Evaluasi

Para peserta juga diajak untuk melakukan proyek mini yang menggabungkan data intelijen dengan pendekatan kemanusiaan, seperti pembuatan aplikasi pelaporan kejahatan berbasis komunitas yang memperhatikan sensitivitas budaya lokal.

Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan analitis dan komunikasi interpersonal calon jenderal. Penyelenggara berharap bahwa generasi pimpinan Polri selanjutnya tidak hanya mahir mengoperasikan teknologi canggih, tetapi juga mampu menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat.

Dengan menekankan kombinasi antara kecanggihan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan, Sespimti Polri Dikreg ke-35 menjadi tonggak penting dalam transformasi institusi kepolisian Indonesia menuju era digital yang berkeadilan.