LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Sufmi Dasco Ahmad, nama yang semakin sering terdengar di antara pecinta musik Indonesia, telah menorehkan jejak signifikan sejak menapaki panggung musik indie beberapa tahun lalu. Lahir dan besar di Yogyakarta, ia menghabiskan masa kecilnya di antara alunan gamelan dan musik pop Barat, yang kemudian menjadi fondasi unik bagi gaya bermusiknya. Kombinasi tersebut menjadikan Sufmi sosok yang mampu menjembatani tradisi lokal dengan sentuhan modern, menghasilkan suara yang segar namun tetap akrab di telinga pendengar.
Awal Karier dan Penemuan Identitas Musik
Karier musik Sufmi dimulai ketika ia bergabung dengan sebuah band kampus bernama “Sora Senja” pada tahun 2015. Sebagai gitaris dan penulis lagu, ia segera menunjukkan bakatnya dalam menciptakan melodi yang melankolis namun tetap energik. Pada tahun 2017, setelah band tersebut bubar, Sufmi memutuskan meluncurkan karier solo dengan nama panggung “Dasco”. EP pertamanya, Langit Terbuka, menampilkan enam lagu yang menyoroti kemampuan vokal yang kuat serta aransemen akustik yang intim.
Terobosan Besar: Album Jejak Roda
Tahun 2020 menjadi titik balik ketika Sufmi merilis album debutnya yang berjudul Jejak Roda. Album ini tidak hanya menduduki posisi teratas di beberapa tangga lagu digital, tetapi juga memperoleh pujian kritis karena keberaniannya menggabungkan elemen musik tradisional Jawa, seperti suling dan kendang, dengan genre indie pop dan folk. Lirik-liriknya yang sarat makna sosial—menyentuh isu lingkungan, identitas budaya, dan perjuangan generasi muda—menjadikan album tersebut sebagai cermin aspirasi generasi Z di Indonesia.
Kolaborasi dan Ekspansi Kreatif
Setelah kesuksesan Jejak Roda, Sufmi membuka lembaran kolaborasi dengan sejumlah artis ternama, termasuk penyanyi dangdut kontemporer, rapper underground, serta produser musik elektronik. Salah satu proyek paling menonjol adalah single Ruang Sunyi yang diproduksi bersama DJ elektronik asal Bandung, menghasilkan perpaduan synth yang menawan dengan vokal melankolis Sufmi. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jangkauan pendengarannya, tetapi juga menegaskan posisi Sufmi sebagai musisi yang tidak takut bereksperimen.
Pengaruh Sosial dan Aktivisme
Di luar panggung musik, Sufmi aktif dalam gerakan sosial, khususnya kampanye pelestarian kebudayaan dan lingkungan. Ia menjadi duta kampanye bersih-bersih sungai di Yogyakarta dan sering mengadakan konser amal untuk mendukung pendidikan musik di daerah terpencil. Pada setiap penampilannya, Sufmi menyisipkan pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya serta mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam perubahan sosial.
Jadwal Tur Nasional dan Prospek Masa Depan
Pada kuartal pertama 2024, Sufmi mengumumkan rangkaian tur nasional yang mencakup kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Makassar. Konser-konser ini menampilkan setlist lengkap dari katalog lagunya serta penampilan khusus bersama musisi tamu. Selain tur, ia juga tengah mempersiapkan album kedua yang dijadwalkan rilis pada akhir tahun ini, dengan tema “Kota dan Alam”. Diharapkan album tersebut akan memperdalam eksplorasi musikalnya, menggabungkan elemen urban dengan suara alam.
Secara keseluruhan, perjalanan Sufmi Dasco Ahmad mencerminkan evolusi musik Indonesia yang dinamis, di mana tradisi bertemu inovasi. Dari panggung kecil kampus hingga arena konser berskala nasional, ia terus mengukir prestasi sambil tetap menjaga akar budaya dan komitmen sosial. Bagi para pencinta musik, Sufmi bukan sekadar artis yang menghasilkan lagu, melainkan sosok inspiratif yang membuktikan bahwa kreativitas dapat menjadi agen perubahan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet