Mengapa Pemain Timnas Indonesia Sulit Bergabung dengan Como 1907? Regulasi, Peluang, dan Harapan Baru
Mengapa Pemain Timnas Indonesia Sulit Bergabung dengan Como 1907? Regulasi, Peluang, dan Harapan Baru

Mengapa Pemain Timnas Indonesia Sulit Bergabung dengan Como 1907? Regulasi, Peluang, dan Harapan Baru

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Como 1907, klub Serie A yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia, kerap menjadi sorotan para pecinta sepakbola Tanah Air. Sejak akuisisi oleh Mirwan Suwarso, harapan agar pemain berpaspor Indonesia dapat tampil di level tertinggi Italia semakin menggelora. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa regulasi liga Italia menjadi penghalang utama.

Regulasi Non‑EU yang Membatasi Slot Pemain

Setiap klub Serie A hanya diperbolehkan menempatkan maksimal dua pemain non‑Uni Eropa (non‑EU) dalam skuad utama, termasuk tim usia muda hingga tim senior. Kebijakan ini berlaku seragam di semua tingkatan, sehingga jika sebuah klub menandatangani pemain berusia 16 tahun yang berpaspor Indonesia, maka jatah untuk pemain non‑EU di tim senior akan berkurang menjadi satu.

Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, menjelaskan bahwa “slot non‑EU biasanya diisi oleh pemain dari Brasil, Argentina, Uruguay, atau negara Afrika yang sudah terbukti pengalaman dan kualitasnya”. Karena itu, klub tidak dapat sembarangan merekrut pemain tanpa rekam jejak kuat di kompetisi internasional.

Pemain Indonesia yang Memiliki Peluang di Eropa

Meskipun regulasi ketat, ada beberapa nama pemain Timnas Indonesia yang sudah menembus kompetisi Eropa dan berpotensi mengisi slot non‑EU di klub seperti Como 1907.

  • Emil Audero – Kiper kelahiran Mataram yang saat ini dipinjamkan ke Cremonese. Jika Cremonese terdegradasi ke Serie B, Audero berpeluang kembali ke Como 1907 yang finis posisi keempat Serie A dan lolos ke Liga Champions.
  • Calvin Verdonk – Bek kiri yang bermain untuk LOSC Lille. Lille telah mengamankan tiket Liga Champions, memberikan peluang bagi Verdonk untuk tampil di kompetisi elite.
  • Maarten Paes – Kiper Ajax yang membantu klub lolos ke fase kualifikasi UEFA Conference League. Penampilan impresifnya meningkatkan peluang masuk skuad kompetisi Eropa.

Statistik dan Persaingan di Liga Champions

Keberhasilan Como 1907 masuk Liga Champions membuka peluang tambahan bagi pemain non‑EU. Klub yang berhasil menempati empat besar Serie A biasanya diberikan dua slot di fase grup Liga Champions, sehingga kebutuhan akan pemain berkualitas semakin mendesak.

Statistik tim-tim yang berhasil mengoptimalkan slot non‑EU menunjukkan bahwa pemain dari Amerika Selatan dan Afrika mendominasi, namun tren baru menunjukkan peningkatan kepercayaan pada pemain Asia yang memiliki nilai pasar tinggi dan kemampuan taktis yang sesuai dengan taktik Italia.

Tantangan dan Harapan Bagi Timnas Indonesia

Empat pemain Timnas Indonesia lainnya—Mees Hilgers, Maarten Paes, serta dua pemain muda lainnya—juga berada di ambang tampil di kompetisi Eropa. Keberhasilan mereka dapat menjadi contoh bagi generasi berikutnya, sekaligus memberi tekanan pada otoritas sepakbola Indonesia untuk memperkuat jalur pengembangan bakat.

Selain faktor regulasi, faktor lain yang mempengaruhi adalah kesiapan fisik dan taktis pemain Indonesia. Kompetisi Serie A menuntut kecepatan, kekuatan, dan pemahaman taktik yang tinggi. Oleh karena itu, klub seperti Como 1907 cenderung memilih pemain yang telah menunjukkan konsistensi di liga-liga kuat Eropa.

Kesimpulan

Regulasi dua pemain non‑EU di Serie A menjadi faktor utama yang menyulitkan pemain berpaspor Indonesia untuk bergabung dengan Como 1907. Meskipun begitu, beberapa pemain Indonesia yang sudah berpengalaman di Eropa memiliki peluang nyata untuk mengisi slot tersebut, terutama bila klub mereka berhasil berkompetisi di Liga Champions. Ke depan, peningkatan standar pelatihan, pengalaman internasional, dan penyesuaian taktik menjadi kunci agar lebih banyak talenta Indonesia dapat menembus panggung sepakbola tertinggi Italia.