LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, merupakan salah satu hari yang memiliki kedudukan khusus dalam tradisi Islam. Pada hari ini, umat Muslim memperingati beberapa peristiwa penting serta memetik banyak keutamaan yang dianjurkan untuk diamalkan.
Pengertian dan Asal‑Usul Hari Asyura
Asyura berasal dari bahasa Arab yang berarti “sepuluh”. Secara historis, hari ini pertama kali dikenal di kalangan Arab pra‑Islam sebagai hari puasa untuk memperingati peristiwa‑peristiwa tertentu. Setelah kedatangan Islam, Nabi Muhammad SAW menambahkan makna keagamaan dengan menyambut kedatangan hari ini melalui puasa dan mengingat peristiwa‑peristiwa penting yang terjadi pada masa sebelumnya.
Keutamaan dan Anjuran Puasa
- Puasa pada Asyura memiliki pahala yang setara dengan puasa tiga puluh hari dalam bulan Ramadan, sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih.
- Puasa ini dapat menebus dosa tahun sebelumnya serta meningkatkan ketakwaan pribadi.
- Selain puasa, dianjurkan pula memperbanyak doa, dzikir, dan membaca doa khusus Asyura.
Peristiwa Besar yang Diperingati
- Selamatnya Nabi Musa AS dari Fir’aun: Menurut kisah dalam Al‑Qur’an, Allah menurunkan azab pada hari Asyura sebagai balasan bagi Firaun yang menolak menyerahkan Bani Israil, sehingga Musa dan kaumnya selamat.
- Perang Karbala dan Syahadat Imam Husain: Bagi umat Syiah, Asyura menandai hari terjadinya tragedi Karbala pada tahun 680 M, di mana Imam Husain bin Ali beserta pengikutnya gugur dalam mempertahankan nilai keadilan.
- Keputusan Nabi Muhammad SAW untuk Memasukkan Puasa Asyura: Setelah hijrah ke Madinah, Nabi menambahkan puasa Asyura sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa-peristiwa sebelumnya dan sebagai sarana meningkatkan kesabaran umat.
Fadhilah (Keutamaan) Puasa Asyura
Berbagai riwayat menyebutkan bahwa puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa‑dosa kecil dan menambah pahala setara dengan puasa tiga puluh hari di bulan Ramadan. Selain itu, bagi yang melaksanakan puasa dengan ikhlas, terdapat harapan mendapatkan rahmat Allah yang melimpah dan peningkatan kedekatan spiritual.
Dengan memahami latar belakang sejarah, keutamaan, serta nilai spiritualnya, umat Muslim dapat menjadikan Hari Asyura sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta meneladani semangat kesabaran dan keadilan yang terkandung dalam peristiwa‑peristiwa tersebut.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet