Mendikdasmen Resmikan Pesantren Eco‑Saintek, Model Pendidikan Ramah Lingkungan

LintasWarganet.com – 03 Mei 2026 | Pada Minggu, 3 Mei 2024, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara resmi meresmikan Pesantren Eco‑Saintek, sebuah model pendidikan yang menggabungkan kurikulum pesantren tradisional dengan pendekatan sains‑teknologi berwawasan lingkungan.

Inisiatif ini bertujuan menjawab tantangan perubahan iklim dan menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda, sekaligus mempertahankan nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan pesantren.

Beberapa fitur utama Pesantren Eco‑Saintek antara lain:

  • Penerapan energi terbarukan, seperti panel surya dan bio‑gas, untuk kebutuhan listrik dan masak di asrama.
  • Kurasi materi pembelajaran sains yang terintegrasi dengan praktik pertanian organik, pengelolaan limbah, dan konservasi air.
  • Pembentukan kebun edukatif dan laboratorium lingkungan yang dikelola oleh santri sebagai bagian dari proses belajar‑mengajar.
  • Pelatihan guru dan kyai dalam metodologi pengajaran berbasis proyek (project‑based learning) yang menekankan solusi nyata bagi masalah lingkungan.
  • Kerjasama dengan lembaga riset dan universitas untuk mengadakan workshop, kompetisi inovasi, dan beasiswa penelitian.

Menteri Abdul Mu’ti menekankan, “Pendidikan harus menjadi agen perubahan. Dengan menggabungkan nilai-nilai keagamaan dan ilmu pengetahuan modern, pesantren dapat menghasilkan generasi yang cerdas, beriman, dan peduli lingkungan.”

Pengelola pesantren menyampaikan bahwa model Eco‑Saintek diharapkan dapat direplikasi di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah‑daerah dengan potensi sumber daya alam yang besar namun masih minim akses pendidikan teknologi.

Ke depan, pemerintah berencana mengintegrasikan kurikulum Eco‑Saintek ke dalam standar nasional, serta menyediakan dana hibah bagi pesantren yang ingin mengadopsi konsep serupa.