Mendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan dengan Saluran Starlink di Nias Utara
Mendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan dengan Saluran Starlink di Nias Utara

Mendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan dengan Saluran Starlink di Nias Utara

LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan di wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil). Pada awal 2024, kementerian meluncurkan program percobaan penyediaan layanan internet satelit berbasis Starlink di sejumlah sekolah di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.

Program ini bertujuan mengatasi keterbatasan infrastruktur jaringan darat yang selama ini menghambat proses belajar mengajar di daerah kepulauan. Dengan menggunakan konstelasi satelit berkecepatan tinggi milik SpaceX, setiap sekolah yang terpilih akan menerima perangkat terminal Starlink beserta paket data yang dapat mendukung pembelajaran daring, akses materi digital, serta pelatihan guru.

Berikut rangkaian langkah yang telah dilaksanakan:

  • Identifikasi sekolah: Tim Kemendikdasmen bersama Dinas Pendidikan setempat memetakan 15 sekolah negeri dan swasta yang memiliki kebutuhan mendesak akan konektivitas.
  • Penyediaan perangkat: Setiap sekolah menerima antena parabola Starlink, modem, serta sumber listrik cadangan untuk memastikan layanan tetap berjalan saat terjadi pemadaman.
  • Pelatihan teknis: Petugas teknis dari perusahaan mitra memberikan pelatihan singkat kepada kepala sekolah dan staf IT lokal mengenai instalasi, pemeliharaan, dan pemantauan jaringan.
  • Monitoring dan evaluasi: Selama enam bulan pertama, performa jaringan dipantau secara real‑time, dengan laporan bulanan yang mencakup kecepatan internet, tingkat pemakaian, dan dampak terhadap hasil belajar.

Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan platform pembelajaran digital, dengan rata‑rata kecepatan unduh mencapai 120 Mbps dan latensi di bawah 30 ms. Guru melaporkan kemudahan dalam mengakses materi kurikulum nasional, sementara siswa dapat mengikuti kelas daring tanpa gangguan.

Selain manfaat pendidikan, program ini diharapkan dapat memperkuat jaringan informasi di daerah terpencil, membuka peluang bagi pengembangan ekonomi digital, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Kemendikdasmen menargetkan perluasan layanan Starlink ke seluruh wilayah 3T pada akhir 2025, dengan dukungan anggaran khusus yang dialokasikan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP).