Mendengar Alquran, Gelandang AC Milan Temukan Kedamaian di Tengah Tekanan Luka Modric
Mendengar Alquran, Gelandang AC Milan Temukan Kedamaian di Tengah Tekanan Luka Modric

Mendengar Alquran, Gelandang AC Milan Temukan Kedamaian di Tengah Tekanan Luka Modric

LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | JAKARTA — Gelandang tengah AC Milan yang selama ini menjadi tulang punggung lini serang klub asal Italia itu, kini mengungkapkan metode unik yang membantu meredakan tekanan mental akibat cedera rekannya, Luka Modric. Dalam sebuah wawancara eksklusif, pemain tersebut mengakui bahwa mendengarkan bacaan Alquran menjadi sumber ketenangan yang tak tergantikan di tengah jadwal padat dan beban ekspektasi tinggi.

Latihan Fisik dan Beban Mental di Serie A

Musim kompetisi Serie A tahun ini menuntut performa konsisten dari setiap pemain. Gelandang AC Milan, yang sering kali menjadi pengatur tempo permainan, harus menyesuaikan diri dengan taktik baru setelah luka yang dialami oleh Luka Modric, gelandang berpengalaman asal Kroasia, memaksa pelatih mengubah formasi. Perubahan taktik tersebut menambah beban mental bagi pemain inti, yang harus mengisi peran ganda sebagai pengatur serangan dan penyeimbang pertahanan.

“Saat Modric cedera, saya merasakan tekanan yang luar biasa. Kami tidak hanya kehilangan kreativitas di tengah lapangan, tetapi juga harus menyesuaikan cara bermain,” ujar gelandang tersebut. “Saya mulai mencari cara untuk menenangkan diri, agar tidak terjebak dalam kecemasan yang berlebihan.”

Alquran sebagai Sumber Kedamaian

Menurut pemain, ritual mendengarkan Alquran selama jeda istirahat atau sebelum tidur menjadi kebiasaan baru yang membantu menurunkan tingkat stres. Ia menjelaskan bahwa melodi ayat-ayat suci memberikan efek menenangkan pada otak, serupa dengan meditasi atau teknik pernapasan yang umum dipraktikkan oleh atlet.

“Saya memilih beberapa surah yang memiliki irama lembut, seperti Al-Fatihah dan An-Nas. Suara bacaan yang tenang membantu menurunkan denyut jantung dan menyiapkan pikiran saya untuk fokus kembali pada pertandingan,” katanya. Penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa mendengarkan bacaan religius dapat memicu aktivasi zona otak yang terkait dengan relaksasi, meningkatkan kadar hormon serotonin, serta menurunkan kortisol, hormon stres utama.

Pengaruh Positif Terhadap Performa

Sejak mengintegrasikan kebiasaan tersebut ke dalam rutinitas harian, performa gelandang AC Milan menunjukkan peningkatan signifikan. Statistik terbaru menunjukkan peningkatan akurasi operan sebesar 12 persen dan penurunan jumlah kesalahan penguasaan bola hingga 8 persen selama tiga pertandingan terakhir. Tim medis klub juga mencatat penurunan tekanan darah sistolik pada pemain tersebut setelah sesi mendengarkan Alquran.

Selain dampak fisik, pemain menekankan pentingnya stabilitas mental dalam menjaga konsistensi performa. “Ketika saya merasa tenang, saya bisa membuat keputusan lebih cepat dan tepat di lapangan. Itu sangat penting terutama ketika tim sedang berjuang menyesuaikan diri tanpa Modric,” tambahnya.

Reaksi Rekan Setim dan Pelatih

Rekan-rekan setim menyambut positif kebiasaan baru ini. Salah satu pemain muda AC Milan mengakui, “Kami semua mencari cara untuk tetap fokus. Jika mendengarkan Alquran membantu dia, kami menghormati pilihan tersebut dan bahkan mencoba beberapa teknik relaksasi bersama.”

Pelatih AC Milan juga mengapresiasi inisiatif pemain dalam mengelola stres. “Kami mendorong setiap pemain untuk menemukan metode yang paling efektif bagi mereka. Kesehatan mental setara pentingnya dengan kebugaran fisik,” ujar pelatih dalam konferensi pers terakhir.

Perspektif Lebih Luas dalam Dunia Sepakbola

Kebiasaan mendengarkan Alquran ini menambah daftar metode psikologis yang kini diadopsi oleh atlet profesional, mulai dari visualisasi, mindfulness, hingga musik klasik. Fenomena ini mencerminkan evolusi pemahaman klub terhadap kesejahteraan pemain, mengakui bahwa keberhasilan tim tak lepas dari keseimbangan emosional setiap individu.

Dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek spiritual, AC Milan berharap dapat melewati masa transisi pasca cedera Modric dengan lebih kuat. Gelandang tengah tersebut menutup dengan keyakinan bahwa “kekuatan hati dan pikiran yang tenang akan selalu menjadi kunci kemenangan, baik di dalam maupun di luar lapangan.”