LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sekaligus Ketua Komite Tertinggi Haji, Pangeran Abdulaziz bin Saud, melakukan inspeisi lapangan terhadap kesiapan pasukan keamanan yang akan mengamankan rangkaian ibadah haji tahun ini. Kunjungan tersebut berlangsung di kota suci Mekkah dan Madinah, serta di sejumlah titik strategis sepanjang rute perjalanan jamaah.
Inspeisi ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan tahunan yang melibatkan koordinasi lintas lembaga, termasuk Kepolisian Arab Saudi, Angkatan Darat, Angkatan Laut, serta otoritas transportasi dan layanan kesehatan. Pangeran Abdulaziz menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah haji serta melindungi keselamatan jutaan jamaah yang datang dari seluruh dunia.
Berikut poin-poin utama yang disorot dalam tinjauan tersebut:
- Penempatan Personel: Lebih dari 70.000 anggota keamanan diposisikan di area Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta jalur masuk dan keluar kota suci. Penempatan ini mencakup petugas patroli, unit reaksi cepat, serta tim medis.
- Penguatan Sistem Pengawasan: Kamera beresolusi tinggi dan sistem pemantauan berbasis AI dipasang di zona padat jamaah untuk mendeteksi potensi kerumunan berlebih secara real-time.
- Latihan Simulasi: Tim keamanan menjalani latihan skenario darurat, termasuk evakuasi massal, penanggulangan kebakaran, dan penanganan ancaman terorisme selama tiga hari berturut‑turut.
- Koordinasi Lintas Sektor: Komite Tertinggi Haji berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Transportasi, serta otoritas bandara untuk memastikan alur logistik, pemeriksaan kesehatan, dan proses imigrasi berjalan lancar.
- Penggunaan Teknologi: Aplikasi mobile resmi haji dilengkapi dengan fitur pelacakan lokasi, notifikasi keamanan, serta panduan prosedur darurat bagi jamaah.
Selain itu, Pangeran Abdulaziz menyoroti tantangan utama yang dihadapi, antara lain meningkatnya jumlah jamaah yang diproyeksikan mencapai 2,2 juta orang, serta kebutuhan untuk menyesuaikan protokol kesehatan pasca‑pandemi COVID‑19. Dalam hal ini, pihak berwenang menyiapkan zona karantina sementara di beberapa titik strategis serta memperketat pemeriksaan suhu tubuh dan tes antigen sebelum memasuki area suci.
Selama inspeisi, Pangeran Abdulaziz juga mengunjungi pos keamanan di pintu masuk Mina, tempat berlangsungnya ritual wukuf, untuk mengevaluasi kesiapan penanganan kerumunan massal. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang jelas antara petugas lapangan dan pusat komando, serta penggunaan sistem radio berfrekuensi tinggi yang dapat mengurangi jeda respons.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Pangeran Abdulaziz menyatakan, “Kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi setiap jamaah haji. Setiap langkah persiapan kami mengedepankan prinsip keselamatan, kepastian, serta kepatuhan terhadap standar internasional.”
Persiapan yang matang ini diharapkan dapat mengurangi risiko insiden keamanan dan kesehatan, serta meningkatkan kepuasan jamaah yang melaksanakan ibadah haji dengan tenang. Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa semua upaya ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjadikan ibadah haji sebagai salah satu peristiwa keagamaan terbesar yang paling terkelola dengan baik di dunia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet