Mendagri Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Gerakkan Ekonomi
Mendagri Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Gerakkan Ekonomi

Mendagri Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Gerakkan Ekonomi

LintasWarganet.com – 13 Juni 2026 | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak semua pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 dengan mengadakan acara nonton bareng (nobar) di ruang publik. Ia menekankan bahwa nobar dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi sektor pariwisata, kuliner, dan UMKM.

  • Peningkatan penjualan makanan dan minuman di warung serta restoran sekitar lokasi nobar.
  • Penyewaan fasilitas publik, seperti lapangan atau aula, yang dapat menambah pemasukan sewa.
  • Pengembangan paket wisata yang menyertakan kunjungan ke tempat nobar sebagai atraksi utama.
  • Promosi produk lokal melalui stand-stand yang dipasang di area nobar.

Dalam pertemuan internal Kementerian Dalam Negeri, Tito menegaskan bahwa setiap kabupaten atau kota diharapkan menyusun rencana aksi yang mencakup:

  1. Identifikasi lokasi strategis dengan kapasitas penonton yang memadai.
  2. Koordinasi dengan dinas pariwisata, perdagangan, dan kepolisian untuk menjamin keamanan dan kenyamanan.
  3. Pengaturan jadwal siaran yang selaras dengan jadwal resmi FIFA, serta penyediaan perangkat teknologi yang memadai.
  4. Pelibatan komunitas lokal, termasuk sekolah, lembaga keagamaan, dan organisasi sosial, untuk memperluas partisipasi.
  5. Evaluasi pasca‑acara untuk mengukur dampak ekonomi dan sosial.

Data awal yang dikumpulkan oleh Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa acara nobar serupa pada turnamen sebelumnya berhasil meningkatkan pendapatan daerah rata‑rata sebesar 12‑15 persen dalam periode satu bulan setelah event. Dengan lebih dari 64 pertandingan yang dijadwalkan, potensi akumulasi manfaat ekonomi diperkirakan dapat mencapai miliaran rupiah bagi daerah‑daerah yang aktif berpartisipasi.

Menteri menutup dengan mengingatkan bahwa keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada sinergi antar‑instansi serta dukungan masyarakat. \”Jika daerah dapat menyelenggarakan nobar yang terorganisir, tidak hanya akan menumbuhkan rasa kebersamaan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian.\” ujar Tito Karnavian.

Dengan semangat tersebut, diharapkan semua provinsi, kota, dan kabupaten dapat segera menyiapkan proposal nobar, mengajukannya ke pemerintah pusat, dan melaksanakan acara secara bertahap mulai kuartal pertama 2026.