LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | Kementerian Perdagangan (Mendag) menegaskan bahwa program minyak goreng rakyat atau MinyaKita tidak lagi dimasukkan dalam skema bantuan pangan pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Busan, dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Senin, 15 Juni 2024.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Prioritas bantuan kini dialihkan ke bahan pokok lain yang lebih berpengaruh terhadap inflasi, seperti beras, gula, dan tepung terigu.
- Penggunaan dana bantuan akan lebih terfokus pada daerah yang paling terdampak oleh kenaikan harga pangan.
- Pemerintah tetap memantau harga minyak goreng di pasar untuk mencegah spekulasi dan memastikan ketersediaan produk.
Mendag menambahkan bahwa meskipun MinyaKita tidak lagi termasuk dalam paket bantuan, program subsidi atau penurunan tarif impor minyak goreng tetap menjadi opsi kebijakan jangka panjang. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng bagi konsumen.
Reaksi dari kalangan pengusaha dan konsumen beragam. Sebagian mengapresiasi upaya pemerintah yang lebih fokus pada barang kebutuhan pokok, sementara yang lain menyatakan keprihatinan terkait potensi kenaikan harga minyak goreng di pasar bebas.
Keputusan ini diperkirakan akan mempengaruhi dinamika pasar minyak goreng domestik dalam beberapa bulan ke depan, khususnya mengingat fluktuasi harga global yang masih belum menentu.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet