Menbud Dorong Masyarakat Mengakui Keris sebagai Warisan Budaya Nasional
Menbud Dorong Masyarakat Mengakui Keris sebagai Warisan Budaya Nasional

Menbud Dorong Masyarakat Mengakui Keris sebagai Warisan Budaya Nasional

LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa keris bukan sekadar senjata tradisional melainkan simbol kebudayaan yang harus dipahami dan dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri oleh praktisi budaya, akademisi, serta tokoh komunitas keris di Jakarta.

Makna Historis dan Seni Keris

Keris telah menjadi bagian integral dari identitas Nusantara sejak abad ke-13. Setiap keris mengandung nilai filosofis, estetika, dan spiritual yang tercermin dari bentuk bilah, hiasan pamor, serta cara pembuatannya yang mengikuti tradisi turun‑temurun. Selain sebagai alat pertahanan, keris juga berfungsi sebagai objek upacara, simbol status, dan karya seni yang menggabungkan unsur metalurgi serta kerajinan ukir.

Langkah Pemerintah dalam Pelestarian

  • Penetapan keris sebagai warisan budaya tak benda pada daftar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Pembentukan museum keris di beberapa provinsi untuk meningkatkan akses publik.
  • Penyediaan beasiswa dan pelatihan bagi pandai besi serta pengrajin keris muda.
  • Pendampingan komunitas keris dalam dokumentasi dan digitalisasi koleksi.

Respon Masyarakat dan Komunitas

Berbagai komunitas keris menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka berharap kebijakan ini dapat mengurangi praktik penjualan ilegal serta memotivasi generasi muda untuk belajar tentang nilai budaya keris. Beberapa tokoh budaya menambahkan bahwa edukasi di sekolah tentang keris harus dimasukkan ke dalam kurikulum seni dan sejarah.

Pengakuan Internasional

Upaya pengakuan keris sebagai warisan budaya Indonesia sejalan dengan rekomendasi UNESCO yang menekankan pentingnya melindungi warisan tak benda. Jika dukungan internasional tercapai, keris berpotensi masuk dalam daftar Warisan Budaya Dunia, meningkatkan profil budaya Indonesia di mata dunia.

Fadli Zon menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa—pemerintah, akademisi, pelaku industri kreatif, serta warga negara—untuk bersama‑sama menjaga, mempelajari, dan mempromosikan keris sebagai warisan budaya yang hidup. Ia menegaskan, “Keris adalah jendela yang membuka kisah panjang peradaban Indonesia; mari kita rawat agar tetap bersinar bagi generasi mendatang.”