Menbud: Bandung Spirit Sebagai Kompas Moral di Tengah Dinamika Global

LintasWarganet.com – 19 April 2026 | Minister Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan kembali pentingnya nilai Semangat Bandung sebagai pedoman moral bangsa di era globalisasi yang penuh dinamika.

Semangat Bandung, yang lahir dari Konferensi Asia‑Afrika 1955, menekankan prinsip kedaulatan, persamaan hak, anti‑imperialisme, serta kerja sama seluas‑luasnya antarbangsa. Menurut Fadli, nilai‑nilai tersebut masih relevan sebagai kompas moral untuk menghadapi tantangan seperti geopolitik yang berubah cepat, arus informasi digital, dan tekanan budaya asing.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan menekankan beberapa peran strategis yang harus diemban oleh Kementerian Kebudayaan dan seluruh elemen masyarakat:

  • Menjaga dan menguatkan identitas budaya Indonesia melalui program edukasi dan pelestarian warisan.
  • Mengintegrasikan nilai Semangat Bandung ke dalam kebijakan publik, khususnya dalam bidang diplomasi budaya.
  • Mendorong dialog antar‑generasi agar generasi muda dapat menginternalisasi nilai moral yang berlandaskan pada persamaan dan solidaritas.
  • Menanggapi pengaruh budaya asing dengan pendekatan kritis, bukan sekadar penolakan.

Fadli Zon juga mengingatkan bahwa Semangat Bandung bukan sekadar slogan historis, melainkan landasan etika yang harus dijadikan acuan dalam setiap keputusan, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat. Ia mengajak semua pihak—dari kalangan akademisi, seniman, hingga pelaku usaha—untuk bersama‑sama menghidupkan kembali nilai‑nilai tersebut dalam praktik sehari‑hari.

Dengan menegaskan kembali relevansi Semangat Bandung, pemerintah berharap dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berpegang pada prinsip keadilan, perdamaian, dan kerjasama internasional, sekaligus menjadi contoh bagi bangsa‑bangsa lain dalam menjaga moralitas di tengah arus globalisasi yang dinamis.