Media AS Ini Bantah Klaim Trump, Iran Memiliki Pangkalan Rudal di Sepanjang Selat Hormuz
Media AS Ini Bantah Klaim Trump, Iran Memiliki Pangkalan Rudal di Sepanjang Selat Hormuz

Media AS Ini Bantah Klaim Trump, Iran Memiliki Pangkalan Rudal di Sepanjang Selat Hormuz

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Sejumlah laporan media Amerika menolak pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan Iran tidak memiliki fasilitas rudal di sepanjang Selat Hormuz. Menurut analisis intelijen yang dirilis awal bulan ini, Iran masih menguasai mayoritas situs rudalnya di zona strategis tersebut.

Penilaian rahasia ini pertama kali diungkapkan oleh The New York Times, yang menyatakan bahwa jaringan instalasi militer Iran tetap beroperasi secara aktif. Pangkalan-pangkalan tersebut tersebar dari ujung utara hingga selatan Selat Hormuz, mengawasi jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Tengah dengan Teluk Persia.

Berikut beberapa fakta kunci terkait situasi ini:

  • Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut tersibuk di dunia, melaluinya mengalir sekitar 20% produksi minyak global.
  • Iran telah mengembangkan sistem rudal balistik dan jelajah yang dapat menembus jarak hingga ratusan kilometer, menimbulkan potensi ancaman bagi kapal-kapal komersial dan militer.
  • Pernyataan Trump pada akhir 2023 yang menyebut Iran tidak memiliki pangkalan rudal di wilayah tersebut dianggap kurang akurat oleh sejumlah analis intelijen AS.
  • Media AS yang menolak klaim Trump menegaskan bahwa intelijen terbaru menunjukkan keberadaan fasilitas peluncuran, depot logistik, serta pusat pemeliharaan rudal di sepanjang selat.

Implikasi geopolitik dari temuan ini cukup signifikan. Keberadaan pangkalan rudal Iran di Selat Hormuz dapat mempengaruhi dinamika keamanan maritim, mengharuskan negara-negara pengguna jalur tersebut meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, ketegangan antara Washington dan Tehran diperkirakan akan terus berlanjut, mengingat perbedaan pandangan tentang kemampuan militer Iran.

Pemerintah Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi yang menanggapi penolakan media terhadap klaim Trump. Namun, para pengamat menyarankan agar kebijakan luar negeri AS tetap mengedepankan dialog dan penilaian berbasis intelijen yang terverifikasi, guna menghindari eskalasi konflik di kawasan strategis ini.