Mbappé Cetak Sejarah: Prancis Hancurkan Senegal 3-1 di Pembukaan Piala Dunia 2026
Mbappé Cetak Sejarah: Prancis Hancurkan Senegal 3-1 di Pembukaan Piala Dunia 2026

Mbappé Cetak Sejarah: Prancis Hancurkan Senegal 3-1 di Pembukaan Piala Dunia 2026

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | MetLife Stadium di East Rutherford, New York, menjadi saksi dramatis ketika Les Bleus mengawali kampanye mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 melawan Senegal. Pertandingan grup I ini tidak hanya menegaskan dominasi Prancis, tetapi juga mengukir catatan baru bagi Kylian Mbappé, yang melampaui rekor Olivier Giroud dengan 58 gol internasional.

Awal laga berlangsung dengan tempo lambat. Senegal menampilkan pertahanan rapat, menahan serangan Prancis yang masih mencari celah. Kesempatan pertama Prancis datang pada menit ke‑46, ketika Nicolas Jackson hampir menambah keunggulan Senegal dengan menabrak tiang gawang. Di sisi lain, Ismaila Sarr melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang meleset melewati mistar, memperlihatkan potensi serangan balik Afrika yang mengancam.

Gol Kunci Mbappé Membuka Pintu Kemenangan

Pukul 66 menit, Michael Olise mengirimkan umpan terarah ke dalam kotak penalti. Mbappé, dengan kecepatan dan kontrol khasnya, menerima bola, mengolahnya dalam satu sentuhan, lalu menempatkan tembakan terarah ke sudut kanan atas gawang Edouard Mendy. Gol pertama ini sekaligus menyamakan Mbappé dengan rekor Giroud sebelum ia menambah satu angka lagi pada menit 90+5.

Setelah gol pembuka, Prancis meningkatkan tekanan. Pada menit 82, Bradley Barcola menambah keunggulan Les Bleus dengan sebuah chip elegan yang melesat melewati kiper Senegal, menjadikan skor 2-0. Senegal tidak menyerah; pada menit tambahan pertama babak kedua, striker muda Ibrahim Mbaye berhasil menembus pertahanan Prancis dan menyamakan kedudukan menjadi 2-1.

Mbappé Menutup Penampilan dengan Gol Penentu

Namun kegembiraan Senegal tidak bertahan lama. Sekitar satu menit setelah gol Mbaye, Mbappé kembali memanfaatkan peluang lewat tendangan jarak jauh yang menampar jaringan gawang, menjadikannya pencetak tiga gol dalam pertandingan dan mengokohkan skor akhir 3-1. Gol kedua Mbappé sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk timnas Prancis.

Pelatih Didier Deschamps mengakui bahwa timnya sempat mengalami ketegangan di jeda babak pertama, namun ia menegaskan pendekatan yang lebih tenang dan komunikatif pada paruh kedua. “Saya tidak berteriak, saya lebih memilih berbicara secara terbuka dengan pemain,” katanya dalam konferensi pers pasca‑pertandingan. Deschamps juga menyinggung kondisi lapangan yang terasa tidak merata, mengingat lapisan rumput tipis dan kemungkinan adanya beton di bawahnya, namun menambahkan bahwa tim sudah menyesuaikan diri.

Reaksi dan Analisis Taktik

Para analis menilai bahwa Prancis berhasil mengatasi fase defensif awal Senegal berkat fleksibilitas taktis dan perubahan formasi pada menit ke‑55, yang menambah kecepatan pada sisi sayap. Sementara itu, Senegal dianggap kehilangan konsentrasi pada menit‑menit krusial, terutama dalam menahan serangan balik cepat Les Bleus.

Edouard Mendy, penjaga gawang Senegal, mengomentari kekalahan timnya dengan mengatakan bahwa ketidakakuratan dalam penyelesaian akhir menjadi faktor utama. “Kami menciptakan peluang, tetapi tidak dapat memanfaatkannya,” ujarnya.

Dengan tiga poin penuh, Prancis kini menatap laga berikutnya melawan Irak pada 22 Juni di Philadelphia, sementara Senegal harus bangkit melawan Norwegia pada hari yang sama di MetLife Stadium untuk berusaha kembali ke jalur poin.

Kesimpulannya, kemenangan 3-1 atas Senegal tidak hanya memberikan Les Bleus kepercayaan diri untuk melanjutkan fase grup, tetapi juga menandai tonggak penting dalam karier Mbappé yang kini menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah timnas Prancis. Pertandingan ini memperlihatkan kombinasi antara pengalaman, kecepatan individu, dan adaptasi taktis yang menjadi ciri khas tim Didier Deschamps.