Matheus Cunha Siap Buktikan Kualitas di Piala Dunia 2026 Meski Dilewatkan dari Starting XI
Matheus Cunha Siap Buktikan Kualitas di Piala Dunia 2026 Meski Dilewatkan dari Starting XI

Matheus Cunha Siap Buktikan Kualitas di Piala Dunia 2026 Meski Dilewatkan dari Starting XI

LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | Matheus Cunha, penyerang berusia 27 tahun yang kini memperkuat Manchester United, kembali menjadi sorotan publik menjelang Piala Dunia 2026. Setelah dipanggil oleh pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, untuk menjadi bagian dari skuad 26 pemain, Cunha menatap kesempatan emas untuk menampilkan diri di panggung terbesar sepakbola internasional. Penampilannya di Liga Premier bersama United, serta pengalamannya selama masa transisi dari Wolverhampton Wanderers, menjadi bahan pertimbangan penting bagi tim asuhan Ancelotti.

Perjalanan Karier dan Peran di Manchester United

Setelah bergabung dengan Manchester United pada Juli 2025 dari Wolves, Cunha langsung terjun ke kompetisi Premier League. Musim debutnya mencatatkan 10 gol dalam 35 penampilan, menandai kontribusi signifikan bagi Red Devils. Versatilitas menjadi keunggulan utama; selama musim pertama, ia pernah bermain sebagai penyerang sayap kiri di bawah asuhan Michael Carrick, serta menempati posisi nomor 10 di sisi kiri di bawah Ruben Amorim. Keahlian mengoper, menembak, dan kemampuan beradaptasi pada berbagai formasi menjadi nilai tambah bagi skuad Brasil yang mengandalkan serangan cepat dan dinamis.

Harapan Brasil dan Potensi Peran di Turnamen

Brasil, yang menargetkan gelar keenam sejak kemenangan 2002, memasukkan Cunha dalam skuad utama setelah ia tampil dalam dua laga persahabatan melawan Panama (menang 6-2) dan Mesir (menang 2-1). Ancelotti menekankan pentingnya pemain yang dapat beroperasi di posisi tengah maupun sayap, sehingga memungkinkan fleksibilitas taktik melawan lawan-lawan grup. Jika diberikan menit di lapangan, Cunha diprediksi akan berkolaborasi dengan rekan sebarisan seperti Vinícius Júnior, Raphinha, dan bek berpengalaman seperti Marquinhos dan Gabriel Magalhães.

Kontroversi Pilihan Starting XI melawan Maroko

Menjelang laga pembuka Grup C melawan Maroko, spekulasi mengemuka mengenai siapa yang akan menempati posisi penyerang utama. Sebuah laporan mengklaim Cunha akan memulai pertandingan sebagai penyerang utama, menyoroti statistiknya: 10 gol dan empat assist di liga. Namun, laporan resmi dari Reuters menegaskan bahwa pelatih Ancelotti memilih Igor Thiago, striker asal Brentford, untuk mengisi posisi depan bersama Vinícius Júnior dan Raphinha. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan mengenai taktik yang diinginkan Ancelotti, terutama mengingat Thiago mencetak lebih dari 20 gol di Premier League musim lalu.

Analisis Taktik dan Dampak Keputusan

  • Variasi serangan: Dengan menurunkan Thiago, Ancelotti mungkin mengincar kecepatan dan penekanan fisik melawan pertahanan Maroko yang dikenal disiplin.
  • Kedalaman skuad: Kehadiran Cunha di bangku cadangan memberi Ancelotti opsi perubahan taktis di babak kedua, terutama jika Brasil membutuhkan penyelesaian akhir yang tajam.
  • Pengalaman Liga Premier: Kedua penyerang memiliki pengalaman bermain di level tertinggi, namun gaya bermain mereka berbeda; Thiago lebih menonjolkan finishing, sementara Cunha lebih kreatif dalam mengolah bola.

Reaksi Penggemar dan Media

Para penggemar Manchester United memperhatikan perkembangan Cunha dengan harapan ia dapat menambah prestasi internasional, sekaligus meningkatkan nilai jual di klub. Media olahraga menyoroti bahwa penampilan impresifnya di Old Trafford menjadi batu loncatan penting untuk mengukir sejarah pribadi di Piala Dunia. Di sisi lain, penggemar Brasil menantikan kontribusi Cunha sebagai alternatif jika Thiago atau pemain lain mengalami penurunan performa.

Menjelang pertandingan melawan Maroko, tim medis Brasil mengonfirmasi bahwa Neymar tidak akan berpartisipasi karena cedera betis. Hal ini menambah beban pada pemain depan lain, termasuk Cunha, yang harus siap mengisi kekosongan tersebut bila diperlukan. Dengan grup yang menampilkan Maroko, Skotlandia, dan Haiti, Brasil diharapkan dapat mengamankan tiga poin pertama untuk memperkuat posisi di fase grup.

Kesimpulannya, meski Matheus Cunha tidak masuk dalam starting XI melawan Maroko, peranannya dalam skuad Brasil tetap krusial. Kemampuannya untuk bermain di berbagai posisi menyerang memberi pelatih fleksibilitas taktis yang berharga selama turnamen. Jika Brasil melaju ke fase knockout, peluang bagi Cunha untuk tampil lebih banyak akan semakin besar, terutama mengingat kualitas lawan yang lebih ketat. Penampilan di Piala Dunia 2026 akan menjadi momen penentu bagi Cunha untuk mengukir nama di antara legenda Brasil yang telah menorehkan sejarah di panggung global.