Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan bahwa nilai tukar rupiah saat ini berada dalam kondisi undervalued. Menurutnya, meskipun pasar menilai rupiah melemah, fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat, sehingga nilai mata uang seharusnya lebih stabil.

Perry Warjiyo menekankan beberapa indikator utama yang menunjukkan kekuatan ekonomi dalam negeri, antara lain pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang konsisten, cadangan devisa yang berada pada level historis, serta neraca perdagangan yang surplus. Ia menambahkan bahwa inflasi yang berada dalam kisaran target dan tingkat pengangguran yang menurun memperkuat kemampuan ekonomi untuk menahan tekanan eksternal.

Berikut poin‑poin utama yang dijabarkan oleh Gubernur BI:

  • Cadangan devisa: Lebih dari US$130 miliar, memberikan bantalan kuat bagi pasar valuta asing.
  • Surplus perdagangan: Ekspor melebihi impor, menciptakan aliran masuk devisa yang stabil.
  • Pertumbuhan ekonomi: Proyeksi pertumbuhan tahunan di atas 5%, menandakan daya tahan ekonomi.
  • Inflasi terkendali: Tingkat inflasi berada di bawah 3%, mendukung daya beli masyarakat.

Para analis pasar menilai bahwa pernyataan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor asing, terutama yang menilai aset Indonesia sebagai pilihan yang relatif aman. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa faktor eksternal seperti kebijakan moneter Amerika Serikat dan fluktuasi harga komoditas tetap menjadi variabel penting yang dapat memengaruhi nilai rupiah.

Secara keseluruhan, pernyataan Perry Warjiyo menegaskan keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia kuat, dan dengan kebijakan yang tepat, rupiah dapat bergerak menuju stabilitas nilai yang lebih baik.