Masyarakat Sipil hingga Akademisi Bakal Berkumpul di UGM Gelar Konferensi Republik Sikapi Krisis Demokrasi
Masyarakat Sipil hingga Akademisi Bakal Berkumpul di UGM Gelar Konferensi Republik Sikapi Krisis Demokrasi

Masyarakat Sipil hingga Akademisi Bakal Berkumpul di UGM Gelar Konferensi Republik Sikapi Krisis Demokrasi

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tuan rumah konferensi bertajuk “Republik Sikapi Krisis Demokrasi” yang mempertemukan elemen masyarakat sipil, akademisi, serta tokoh publik untuk membahas tantangan demokrasi di Indonesia.

Acara yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari di Aula Rektorat UGM ini diharapkan menjadi wadah dialog terbuka mengenai gejala penurunan kualitas demokrasi, ancaman otoritarianisme, serta peran vital civil society dalam memperkuat mekanisme kontrol politik.

Berbagai pihak telah mengonfirmasi kehadirannya, antara lain organisasi non‑pemerintah (LSM), lembaga think‑tank, asosiasi mahasiswa, serta dosen dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu seperti ilmu politik, sosiologi, hukum, dan komunikasi.

Agenda konferensi mencakup:

  • Keynote speech oleh pakar demokrasi internasional.
  • Panel diskusi tentang kebebasan pers dan penyebaran disinformasi.
  • Lokakarya strategi advokasi bagi organisasi masyarakat sipil.
  • Sesi tanya‑jawab interaktif dengan partisipan publik.

Beberapa topik utama yang akan dibahas meliputi:

  • Kinerja institusi legislatif dan eksekutif dalam menegakkan akuntabilitas.
  • Pengaruh media sosial terhadap dinamika politik.
  • Peran pendidikan tinggi dalam menumbuhkan kesadaran politik.
  • Strategi memperkuat partisipasi warga dalam proses pemilihan.

Panitia konferensi menekankan pentingnya menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijadikan acuan bagi pemerintah, lembaga legislatif, serta organisasi masyarakat dalam upaya memperbaiki kualitas demokrasi. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat memicu gerakan kolektif yang lebih terkoordinasi untuk menanggulangi krisis demokrasi yang tengah melanda.