LintasWarganet.com – 13 Juni 2026 | Kereta Api Indonesia (KAI) kini memasuki fase evaluasi penggunaan biodiesel B50 untuk armada kereta. B50 adalah campuran 50% biodiesel dan 50% diesel konvensional, diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon secara signifikan.
Rencana penggunaan B50 dijadwalkan mulai tahun 2026 setelah serangkaian uji coba teknis dan penyesuaian infrastruktur pengisian bahan bakar selesai. Pada tahap evaluasi, KAI bekerja sama dengan Kementerian Energi serta beberapa produsen biodiesel untuk menilai kinerja mesin, konsumsi bahan bakar, dan dampak lingkungan.
Manfaat utama yang diharapkan meliputi:
- Pengurangan emisi CO2 hingga 20% dibandingkan diesel murni.
- Peningkatan citra perusahaan sebagai pelopor transportasi ramah lingkungan.
- Dukungan terhadap industri biodiesel lokal, yang dapat membuka lapangan kerja baru.
Beberapa tantangan teknis yang masih perlu diatasi antara lain kompatibilitas mesin diesel yang ada, ketersediaan pasokan B50 secara konsisten, dan penyesuaian standar keamanan bahan bakar. KAI telah menyiapkan jadwal inspeksi berkala dan pelatihan bagi teknisi untuk memastikan transisi berjalan mulus.
Jika target tercapai, Indonesia akan menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang mengimplementasikan biodiesel pada sistem transportasi massal, selaras dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi intensitas karbon pada sektor energi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet