Massa Demo di Depan Gedung DPR, Bakar Ban hingga Singgung Ketua Buruh jadi Menteri
Massa Demo di Depan Gedung DPR, Bakar Ban hingga Singgung Ketua Buruh jadi Menteri

Massa Demo di Depan Gedung DPR, Bakar Ban hingga Singgung Ketua Buruh jadi Menteri

LintasWarganet.com – 01 Mei 2026 | Pada hari pertama Mei 2026, ribuan buruh dan serikat pekerja turun ke Jalan M.H. Thamrin, tepat di depan Gedung DPR RI, sebagai bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional. Aksi tersebut menampilkan demonstrasi damai yang kemudian beralih menjadi konfrontasi ketika sebagian peserta menyalakan ban bekas sebagai simbol protes terhadap kebijakan pemerintah.

Kelompok inti aksi menuntut segera disahkannya Undang‑Undang Ketenagakerjaan yang dianggap masih mengabaikan hak‑hak dasar pekerja, seperti jaminan upah yang layak, perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja sewenang‑wenang, serta peningkatan standar keselamatan kerja.

  • Penetapan upah minimum regional yang menyesuaikan dengan inflasi.
  • Penghapusan kontrak kerja sementara tanpa jaminan sosial.
  • Pembentukan badan independen yang mengawasi pelaksanaan UU Ketenagakerjaan.

Selama aksi, sejumlah demonstran membakar ban di sekitar area depan DPR, menghasilkan asap tebal yang sempat mengganggu jalur masuk anggota legislatif. Kejadian ini memicu intervensi aparat kepolisian yang mengevakuasi beberapa pengunjuk rasa dan menegakkan protokol keamanan.

Di tengah kerusuhan, seorang aktivis menyinggung nama Ketua Serikat Buruh Nasional (SBN), Budi Santoso, yang baru saja diangkat menjadi Menteri Ketenagakerjaan dalam reshuffle kabinet. Penyebutan tersebut memicu reaksi keras dari para pekerja yang menilai penunjukan tersebut sebagai konflik kepentingan dan mengkhawatirkan independensi serikat dalam menegosiasikan hak‑hak buruh.

Polisi mencatat lebih dari 30 penangkapan, termasuk beberapa pengunjuk rasa yang terlibat dalam pembakaran ban dan kerusuhan. Sementara itu, pihak DPR menyatakan bahwa proses legislasi UU Ketenagakerjaan tetap berjalan sesuai jadwal, namun menegaskan pentingnya dialog konstruktif antara pemerintah, serikat pekerja, dan dunia usaha.

Demonstrasi ini juga mengundang sorotan media sosial, dengan hashtag #DemoDPR2026 dan #UUKerjaMendatang menjadi trending di beberapa platform. Meskipun aksi berujung pada beberapa kerusakan fasilitas, pihak berwenang berjanji akan meninjau kembali kebijakan ketenagakerjaan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.