Masa Depan Persib Bandung: Bojan Hodok dan Visi Adhitia Herawan Siap Guncang Liga 1
Masa Depan Persib Bandung: Bojan Hodok dan Visi Adhitia Herawan Siap Guncang Liga 1

Masa Depan Persib Bandung: Bojan Hodok dan Visi Adhitia Herawan Siap Guncang Liga 1

LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Setelah mengangkat Persib Bandung menjadi juara BRI Liga 1 2025/2026, klub beralih menatap tantangan baru di musim 2026/2027. Di balik sorotan pemain dan hasil lapangan, dua tokoh kunci—pelatih Bojan Hodak dan Deputy CEO Adhitia Putra Herawan—menjadi motor penggerak kebijakan kontrak, fasilitas latihan, serta strategi retensi pemain yang akan menentukan arah klub ke depan.

Negosiasi Kontrak Bojan Hodak: Antara Harapan dan Realita

Pertemuan antara Bojan Hodak, Glenn Sugita (Presiden Persib), dan Stanley Bernard (Advisor PT Persib Bandung Bermartabat) dilaporkan berlangsung pada 24 Mei 2026, usai perayaan konvoi juara. Hodak menegaskan bahwa pertemuan tersebut berfokus pada pembaruan kontraknya. “Kami akan melakukan perayaan, lalu saya melakukan meeting bersama Pak Glenn dan Stanley,” ujar Hodak dalam konferensi pers.

Dalam diskusi lanjutan, Hodak mengungkapkan adanya beberapa poin yang masih perlu dipertimbangkan, terutama fasilitas penunjang latihan. “Mereka oke, Pak Glenn memberi saya penawaran bagus tapi ada beberapa hal lain yang juga saya miliki dalam hidup saya,” kata Hodak. Ia menambahkan bahwa negosiasi masih berjalan dan ia optimis akan mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Visi Adhitia Herawan tentang Fasilitas dan Infrastruktur

Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO Persib, menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas sebagai landasan keberlanjutan prestasi. Menurutnya, permintaan Hodak untuk fasilitas latihan yang memadai adalah hal wajar. “Bojan ada permintaan pasti, tapi kami yakin Bojan juga memahami bahwa sepak bola di Asia Tenggara ya begitu. Mau pindah ke klub mana juga kalau di Asia Tenggara ya kalau bukan JDT, itulah kenyataannya,” ujar Adhitia dalam sebuah wawancara.

Adhitia menambahkan rencana ambisius klub untuk memperbaharui infrastruktur: penggantian rumput stadion, penambahan gym modern, serta akuisisi lahan sekitar Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk membangun pusat pelatihan terintegrasi. “Kami lagi mau bikin sesuatu baru lagi, lagi beresin sama pemerintah kota untuk akuisisi lahan sekitarnya, itu kan butuh waktu,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya proses administrasi yang rapi, mengingat rencana jangka panjang 30 tahun Persib.

Retensi Pemain: Stabilitas atau Perombakan?

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, mengonfirmasi bahwa 80‑90 persen pemain akan bertahan untuk musim depan. “Tadi saya sudah bicara ini pemain 80‑90 persen bertahan,” kata Umuh dalam konferensi pers di Tanjungsari, Sumedang, 25 Mei 2026. Pernyataan tersebut menegaskan kebijakan klub untuk tidak melakukan perombakan besar‑besar, melainkan fokus pada peningkatan kualitas pada posisi yang masih lemah.

Adhitia menambahkan bahwa meski mayoritas skuad dipertahankan, klub tetap membuka peluang penguatan di beberapa area. “Kita happy dengan tim sekarang, pasti ada penguatan di beberapa area tapi yang mayoritas akan dipertahankan,” ujarnya. Strategi ini selaras dengan tujuan Persib untuk kembali menembus babak playoff ACL 2, menuntut kedalaman skuad yang mampu menyesuaikan jadwal padat dan kompetisi tingkat Asia.

Pelepasan dan Peminjaman Pemain: Langkah Taktis

Selama musim 2025/2026, Persib melepaskan tiga pemain, dua di antaranya dipinjamkan ke Persik Kediri: Hamra Hehanussa dan Rezaldi Hehanussa. Adhitia menilai keputusan tersebut sebagai upaya memberi menit bermain lebih banyak bagi pemain muda. “Hamra adalah pemain dengan potensi yang sangat baik. Setiap hari di latihan, dia menunjukkan progres, sikap, dan kualitas yang menjanjikan,” katanya.

Strategi peminjaman ini diharapkan meningkatkan pengalaman kompetitif pemain, sehingga mereka kembali ke Persib dengan tingkat kesiapan yang lebih tinggi. Adhitia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mengurangi fokus utama klub pada stabilitas skuad utama.

Agenda Libur dan Persiapan Musim Baru

Bojan Hodak juga mengumumkan rencana libur panjang bersama tim setelah perayaan. Pada 25 Mei 2026, ia akan mengunjungi kediaman Umuh Muchtar untuk makan malam bersama tim, lalu melanjutkan cuti. “Kami akan berada di rumah Haji Umuh pada pagi harinya dan makan malam bersama tim malam harinya. Lalu setelah itu berlibur, cuti,” paparnya.

Libur ini diharapkan memberi kesempatan bagi pemain dan staf untuk memulihkan kondisi fisik serta mental sebelum memulai fase persiapan intensif menjelang kompetisi domestik dan internasional.

Dengan kontrak pelatih yang masih dalam pembicaraan, fasilitas latihan yang sedang direncanakan, serta kebijakan retensi pemain yang konsisten, Persib Bandung tampak menyiapkan fondasi yang solid untuk mempertahankan dominasinya. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kesepakatan antara Hodak dan manajemen, serta kemampuan klub dalam mengeksekusi rencana infrastruktur yang ambisius.

Jika semua elemen berjalan selaras, Persib tidak hanya akan mengukir kembali gelar domestik, tetapi juga dapat menorehkan prestasi signifikan di panggung Asia, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu klub paling progresif di wilayah ini.