Maroko Catat Rekor Afrika Tak Terkalahkan, Skotlandia Protes Wasit setelah Kalah 1-0
Maroko Catat Rekor Afrika Tak Terkalahkan, Skotlandia Protes Wasit setelah Kalah 1-0

Maroko Catat Rekor Afrika Tak Terkalahkan, Skotlandia Protes Wasit setelah Kalah 1-0

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | JAKARTA, 21 Juni 2026 – Timnas Maroko mengukir sejarah baru pada laga Grup C Piala Dunia 2026 melawan Skotlandia dengan kemenangan tipis 1-0. Gol tunggal tercipta pada menit kedua melalui Ismael Saibari, menjadikan Maroko tak terkalahkan dalam enam pertandingan fase grup, sebuah rekor yang belum pernah dicapai oleh negara Afrika manapun dalam sejarah turnamen.

Rekor Baru bagi Tim Afrika

Keberhasilan Maroko mengalahkan Skotlandia menempatkan mereka pada posisi kedua klasemen Grup C dengan empat poin, menyamai pemimpin grup, Brasil. Rekor tak terkalahkan selama enam laga grup ini melampaui pencapaian sebelumnya yang dipegang oleh Kamerun (lima laga tak terkalahkan pada Piala Dunia 1982 dan 1990) serta Senegal (lima laga tak terkalahkan pada edisi 2002 dan 2018).

Sejarah pertemuan antara kedua tim juga menambah warna pertandingan ini. Pada Piala Dunia 1998, Maroko pernah menumbangkan Skotlandia dengan skor 3-0. Kemenangan kali ini menegaskan dominasi Maroko dalam dua pertemuan langsung mereka di panggung dunia.

Kontroversi dari Media Skotlandia

Meski hasil di lapangan jelas, reaksi di sisi Skotlandia tidak kalah dramatis. Beberapa surat kabar terkemuka Skotlandia, termasuk Daily Record dan The Scotsman, menuduh wasit asal Uzbekistan, Elgez Tantashov, melakukan keputusan yang merugikan. Kedua media menyoroti apa yang mereka sebut sebagai “awal yang mengerikan” ketika Saibari mencetak gol pada menit kedua, serta menuntut dua keputusan penalti untuk John McGinn dan Scott McTominay yang tidak diberi.

Berita BBC Skotlandia menampilkan komentar pelatih Steve Clarke yang mengakui start yang buruk, namun menekankan semangat juang tim di babak kedua. Pemain sayap kiri Lewis Ferguson menambahkan, “Itu adalah awal terburuk yang mungkin terjadi. Kami tidak menyentuh bola, dan mereka memberi kami gol yang mudah.” Sementara The Guardian menggambarkan gol Maroko sebagai “lubang dalam pesta Skotlandia di Piala Dunia”.

Kondisi Tim Skotlandia Menjelang Laga Berikutnya

Setelah kekalahan tersebut, fokus Skotlandia beralih pada pertandingan krusial melawan Brasil. Namun, skuad menghadapi beberapa tantangan kebugaran. Lewis Ferguson, meski tetap berlatih secara individu, tidak ikut sesi latihan tim pada hari Minggu. Aaron Hickey hanya menjadi pemain cadangan pada laga melawan Maroko, sementara Scott McKenna belum pernah menjejakkan kaki di Piala Dunia hingga saat ini.

Pelatih Steve Clarke mendapat kabar baik dengan kembalinya bek kiri Kieran Tierney ke sesi latihan setelah mengalami kram otot pada menit ke-60 saat menghadapi Maroko. Kehadiran Tierney diharapkan dapat menambah stabilitas lini pertahanan menjelang laga penentu melawan Brasil.

Suporter Skotlandia: Kisah Donny Strathie

Di luar sorotan taktik dan statistik, cerita manusia muncul dari antara ribuan pendukung Skotlandia. Donny Strathie, seorang suporter berusia 76 tahun, akhirnya menyaksikan timnya bermain di Piala Dunia setelah tiga dekade menunggu. Ia menyaksikan kemenangan Skotlandia 1-0 atas Haiti di Boston, namun beberapa hari setelah itu ia meninggal dunia secara mendadak di hotel tempat ia menginap. Kematian Donny menggugah hati banyak pihak, termasuk pelatih Steve Clarke yang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Implikasi bagi Brasil dan Neymar

Sementara fokus Skotlandia tertuju pada Brazil, tim asuhan Carlo Ancelotti juga memperhatikan situasi. Brasil, yang memimpin grup dengan selisih gol lebih baik, sedang menyiapkan kedatangan Neymar yang sebelumnya absen karena cedera betis. Ancelotti mengindikasikan Neymar akan berlatih secara individu dan kembali ke tim pada hari pertandingan melawan Skotlandia, menambah dimensi strategi bagi lawan lawan selanjutnya.

Dengan Maroko mengukir rekor baru dan Skotlandia berjuang melawan kontroversi serta masalah kebugaran, Grup C Piala Dunia 2026 menjanjikan drama yang semakin memanas. Pertandingan penentu melawan Brasil akan menjadi ujian sejati bagi Skotlandia, sementara Maroko dapat melanjutkan langkahnya sebagai perwakilan Afrika yang paling kuat di turnamen kali ini.

Jika Maroko dapat mempertahankan performa tak terkalahkan, mereka berpotensi menorehkan catatan historis pertama bagi tim Afrika yang melaju ke fase 16 besar. Sebaliknya, Skotlandia harus mengatasi kritik media, memperbaiki konsistensi di lapangan, dan mengandalkan pemain kunci yang kembali fit untuk menantang Brasil. Pertarungan di Grup C belum berakhir, dan jutaan mata dunia tetap menantikan perkembangan selanjutnya.