Mario Kohnen Target Sclessin: Charleroi Siap Mengguncang Standard di Penutup Musim
Mario Kohnen Target Sclessin: Charleroi Siap Mengguncang Standard di Penutup Musim

Mario Kohnen Target Sclessin: Charleroi Siap Mengguncang Standard di Penutup Musim

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Pelatih interim Sporting Charleroi, Mario Kohnen, menegaskan bahwa laga tandang melawan Standard Liège di Stadion Sclessin menjadi “top match” untuk menutup musim 2025/2026. Pertandingan yang dijadwalkan pada pekan terakhir Jupiler Pro League ini tidak hanya menjadi ujian akhir bagi kedua tim, melainkan juga kesempatan bagi Charleroi untuk menorehkan catatan bersejarah melawan rival regionalnya.

Motivasi di Balik Laga

Setelah hampir mengakhiri masa interimnya dengan hasil yang stabil, Kohnen mengaku ingin menutup tugasnya dengan “satu momen kegilaan”. Menurutnya, menghadapi tim yang masih memiliki ambisi untuk mengamankan posisi di papan atas memberikan tantangan yang lebih berarti dibandingkan melawan tim yang sudah tak memiliki apa‑apa untuk diperebutkan.

Dengan sekitar 20.000 pendukung Standard yang akan mengisi Sclessin, atmosfer diprediksi akan sangat menantang bagi Charleroi. Kohnen menambahkan, meski atmosfer “negatif” terhadap mereka, kondisi tersebut justru menambah semangat pemain untuk membuktikan diri.

Lima Alasan Charleroi Bisa Menggagalkan Harapan Standard

  • Tekanan pada Standard: Standard berada dua poin di atas Genk dan hampir mengamankan gelar juara. Tekanan untuk mempertahankan keunggulan membuat mereka rentan pada laga terakhir.
  • Rekor kandang Standard menurun: Dalam 16 pertandingan di Sclessin, Standard hanya mencatat empat kemenangan, menandakan kerentanan di rumah.
  • Kondisi skuad Standard yang tidak pasti: Beberapa pemain kunci seperti Josué Homawoo, Mohamed El Hankouri, Henry Lawrence, dan Casper Nielsen mengalami keraguan performa, sementara Teddy Teuma belum fit.
  • Semangat muda Charleroi: Charleroi mengandalkan pemain muda yang energik, seperti Mohamed Koné dan Parfait Guiagon, yang dapat menjadi ancaman utama di lini serang.
  • Faktor psikologis dan sejarah pertemuan: Insiden bendera pada pertemuan sebelumnya menambah motivasi emosional bagi Charleroi untuk “membalas dendam” di lapangan.

Susunan Pemain dan Formasi yang Diprediksi

Kohnen kemungkinan akan menurunkan formasi 4‑3‑3 yang menekankan kecepatan sayap dan tekanan tinggi. Pemain kunci di lini tengah seperti Parfait Guiagon dan Mohamed Koné diprediksi akan mendapatkan peran kreatif, sementara penyerang sayap dapat memanfaatkan ruang di sisi kanan dan kiri yang terbuka akibat ketidakseimbangan pertahanan Standard.

Sementara itu, Standard diperkirakan akan menurunkan formasi 3‑5‑2 dengan harapan mengendalikan tengah lapangan. Namun, ketidakpastian kondisi beberapa pemain inti dapat memaksa mereka menurunkan pemain cadangan, memberi peluang bagi Charleroi untuk menguasai tempo permainan.

Reaksi Pendukung dan Dampak Musiman

Para pendukung Charleroi, yang dikenal dengan julukan “Zèbres”, menyatakan harapan besar untuk menutup musim dengan kemenangan yang mengangkat semangat tim. Kemenangan di Sclessin tidak hanya akan menambah poin, tetapi juga dapat meningkatkan moral tim menjelang libur panjang musim panas.

Di sisi lain, Standard yang berada di puncak klasemen akan kehilangan peluang emas untuk mengamankan gelar pertama tanpa gangguan. Kekalahan di laga ini dapat menimbulkan keraguan internal dan memengaruhi persiapan mereka untuk kompetisi Eropa.

Prospek Kedepan Setelah Laga Penutup

Apabila Charleroi berhasil mengalahkan Standard, mereka akan menutup musim dengan prestasi yang menambah nilai bagi pelatih interim, Mario Kohnen, yang kemungkinan besar akan dipertimbangkan untuk perpanjangan kontrak. Sebaliknya, jika hasilnya berbalik, Standard akan melanjutkan dominasi mereka di Jupiler Pro League dan mempersiapkan diri untuk fase playoff Eropa.

Bagaimanapun, pertandingan ini menjanjikan drama tinggi, dengan kombinasi tekanan kompetitif, kondisi pemain yang bervariasi, dan atmosfer stadion yang menegangkan. Semua mata kini tertuju pada Sclessin, menantikan apakah Charleroi mampu menulis babak baru dalam sejarah persaingan regional.