LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya aksi begal dan jambret yang belakangan ini melanda wilayah ibukota. Menurutnya, kejadian tersebut tidak hanya menimbulkan rasa tidak aman di kalangan warga, melainkan juga mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Hardiyanto menilai bahwa penanganan keamanan di tingkat kota masih belum optimal. Ia menyoroti kurangnya koordinasi antara kepolisian, Satpol PP, dan dinas terkait, serta minimnya kehadiran pos keamanan di area-area rawan. Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan pertumbuhan penduduk yang cepat memperparah kondisi tersebut.
Beberapa poin yang diajukan Hardiyanto kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta antara lain:
- Meningkatkan jumlah pos keamanan dan patroli rutin di zona yang sering terjadi aksi begal.
- Memperkuat kerja sama antara kepolisian, Satpol PP, dan komunitas setempat melalui forum keamanan warga.
- Melakukan pemasangan CCTV yang terintegrasi pada titik-titik rawan, dengan pemantauan real‑time oleh satuan khusus.
- Memberikan pelatihan dan penyuluhan keamanan kepada masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum.
- Meninjau kembali regulasi mengenai sanksi bagi pelaku begal, termasuk peningkatan hukuman penjara.
Hardiyanto juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam melaporkan kejadian secara cepat dan akurat, serta mendukung upaya preventif melalui program “Warga Siaga”. Ia berharap pemerintah kota dapat menanggapi dengan serius dan segera mengimplementasikan langkah‑langkah konkret demi menciptakan rasa aman bagi seluruh warga Jakarta.
Jika langkah‑langkah tersebut tidak diikuti, potensi peningkatan rasa takut dan penurunan kepercayaan publik terhadap aparat keamanan dapat berlanjut, yang pada gilirannya dapat memengaruhi iklim investasi dan pariwisata di ibu kota.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet