LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | Kontroversi seputar teknologi VAR kembali mencuat menjelang Piala Dunia 2026 setelah sebuah keputusan penalti yang menguntungkan Swiss dalam laga melawan Qatar memicu perdebatan sengit.
Mantan wasit FIFA, Keith Hackett, menyuarakan kritik tajam terhadap cara kerja VAR pada insiden tersebut. Menurutnya, sistem tidak berhasil mengidentifikasi posisi offside yang seharusnya menghentikan serangan Qatar, sehingga gol yang dipertahankan Swiss dinyatakan sah.
Hackett menilai bahwa VAR terlalu bergantung pada algoritma otomatis tanpa memberikan ruang bagi interpretasi manusia. Ia menyoroti tiga poin utama:
- Ketidaktepatan dalam mendeteksi offside pada situasi cepat.
- Kurangnya transparansi proses review yang membuat publik sulit memahami keputusan.
- Penggunaan teknologi yang belum teruji sepenuhnya dalam skala turnamen sebesar Piala Dunia.
Para analis sepakbola memperkirakan bahwa kegagalan ini dapat merusak kepercayaan penonton terhadap keadilan kompetisi. Mereka menuntut FIFA melakukan audit menyeluruh terhadap perangkat lunak VAR dan melibatkan lebih banyak pelatih wasit dalam proses verifikasi.
Jika tidak ada perbaikan signifikan, risiko terulangnya kontroversi serupa di babak selanjutnya dapat mengganggu jalannya turnamen dan menurunkan citra sepakbola internasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet