Mantan Direktur CIA Ungkap Bahaya dan Peluang Perang Drone: 5 Alasan Utama
Mantan Direktur CIA Ungkap Bahaya dan Peluang Perang Drone: 5 Alasan Utama

Mantan Direktur CIA Ungkap Bahaya dan Peluang Perang Drone: 5 Alasan Utama

LintasWarganet.com – 03 Juni 2026 | David Petraeus, mantan direktur CIA, menilai bahwa penggunaan sistem tanpa awak atau drone akan menjadi faktor paling menentukan dalam keamanan global selama dekade mendatang. Ia menyoroti konflik di Iran dan Ukraina sebagai contoh nyata transformasi cara berperang yang dipercepat oleh teknologi drone.

Berikut lima alasan utama yang ia kemukakan:

  1. Ancaman Asimetris yang Meningkat: Drone dapat dijalankan dari jarak jauh, memungkinkan pihak non‑negara atau kelompok militan melancarkan serangan dengan biaya rendah namun berdampak tinggi, sehingga menciptakan risiko baru bagi pertahanan tradisional.
  2. Ketergantungan pada Data Real‑Time: Keberhasilan operasi drone sangat bergantung pada aliran data sensor yang cepat dan akurat. Kegagalan dalam jaringan komunikasi atau serangan siber dapat mengganggu kontrol dan menimbulkan bahaya tak terduga.
  3. Perubahan Dinamika Konflik Regional: Penggunaan drone di zona konflik seperti Iran dan Ukraina memperlihatkan bahwa pihak yang menguasai teknologi ini dapat mempengaruhi jalannya perang tanpa harus menempatkan pasukan di medan secara langsung.
  4. Potensi Pertumbuhan Ekonomi Militer: Industri drone diprediksi akan menjadi pasar raksasa, menciptakan peluang bisnis baru bagi produsen, penyedia layanan analisis data, dan perusahaan logistik yang mendukung operasional tanpa awak.
  5. Isu Etika dan Hukum Internasional: Serangan berbasis drone menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab moral, terutama ketika keputusan penembakan diambil oleh algoritma atau operator yang jauh dari target.

Petraeus menekankan bahwa pemerintah dan lembaga keamanan harus menyiapkan kebijakan yang seimbang, mengoptimalkan manfaat strategis drone sambil memperkuat mekanisme pengendalian risiko.