Mahasiswa Sains Data UNM Raih Tiket Grand Final IEEE YESIST12 2026 dengan Aplikasi AI iMosque
Mahasiswa Sains Data UNM Raih Tiket Grand Final IEEE YESIST12 2026 dengan Aplikasi AI iMosque

Mahasiswa Sains Data UNM Raih Tiket Grand Final IEEE YESIST12 2026 dengan Aplikasi AI iMosque

LintasWarganet.com – 19 Juni 2026 | Tim mahasiswa Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM) berhasil menembus babak Grand Final kompetisi internasional IEEE Young Engineer Summit (YESIST12) 2026 berkat aplikasi berbasis kecerdasan buatan bernama iMosque.

IEEE YESIST12 merupakan ajang tahunan yang mempertemukan inovator muda dari lebih 50 negara untuk mempresentasikan solusi teknologi pada masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pada edisi 2026, tema kompetisi berfokus pada pemanfaatan AI untuk meningkatkan layanan publik.

Aplikasi iMosque dikembangkan oleh tim yang menamakan diri “Hello”, terdiri dari lima mahasiswa Sains Data. iMosque mengintegrasikan teknologi pemrosesan bahasa alami, visi komputer, dan rekomendasi berbasis machine learning untuk menyediakan layanan digital bagi umat Muslim, termasuk penjadwalan sholat otomatis, identifikasi arah kiblat melalui kamera ponsel, serta rekomendasi konten religi yang dipersonalisasi.

  • Penjadwalan Sholat Otomatis: Menggunakan data lokasi dan algoritma prediksi waktu sholat.
  • Deteksi Arah Kiblat: Memanfaatkan visi komputer untuk mengidentifikasi arah Qibla secara real‑time.
  • Konten Religi Personal: Sistem rekomendasi yang belajar dari preferensi pengguna.
  • Fitur Keamanan: Verifikasi identitas melalui biometrik wajah untuk melindungi data pribadi.

Proses seleksi IEEE YESIST12 2026 terbagi dalam tiga fase: proposal, presentasi demo, dan final. Berikut rangkuman hasil tim UNM pada tiap fase.

Fase Deskripsi Hasil
Proposal Pengajuan konsep dan rencana teknis iMosque. Terpilih sebagai 12 finalis global.
Demo Demonstrasi prototipe dengan data real‑time. Mendapatkan nilai tertinggi dalam kategori inovasi AI.
Grand Final Presentasi di konferensi IEEE di Tokyo, Jepang. Masih berkompetisi melawan tim dari Amerika Serikat, Korea Selatan, dan India.

Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan reputasi UNM sebagai kampus digital bisnis terdepan, tetapi juga menegaskan peran mahasiswa Indonesia dalam panggung teknologi global. Diharapkan iMosque dapat terus dikembangkan menjadi solusi komersial yang dapat diadopsi oleh komunitas Muslim di seluruh dunia.

Selain penghargaan, tim “Hello” berencana melanjutkan riset lanjutan dengan melibatkan data perilaku pengguna untuk meningkatkan akurasi prediksi dan menambah modul edukasi Islam digital. Dukungan dari pihak universitas, IEEE, serta sponsor industri akan menjadi kunci bagi realisasi visi tersebut.