Maarten Paes Gagalkan Dua Penalti, Ajax Raih Tiket Liga Konferensi 2026/27
Maarten Paes Gagalkan Dua Penalti, Ajax Raih Tiket Liga Konferensi 2026/27

Maarten Paes Gagalkan Dua Penalti, Ajax Raih Tiket Liga Konferensi 2026/27

LintasWarganet.com – 25 Mei 2026 | Ajax Amsterdam memastikan tempatnya di fase kualifikasi kedua UEFA Conference League 2026/27 setelah mengalahkan FC Utrecht dalam laga final play‑off pada Minggu, 24 Mei 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kras, Volendam itu berakhir 1‑1 setelah perpanjangan waktu dan berlanjut ke adu penalti, di mana kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi pahlawan dengan menepis dua tembakan sekaligus.

Detail pertandingan

Babak pertama berlangsung sangat hati‑hati. Kedua tim menahan serangan dan hanya menciptakan peluang sempit. Utrecht sempat mengancam lewat sundulan Siebe Horemans, namun Paes langsung melakukan penyelamatan krusial pada menit ke‑2. Pada menit ke‑5, Paes kembali menangkis tendangan dari Souffian El Karouani, menegaskan dominasinya di gawang.

Setelah jeda, Ajax meningkatkan intensitas. Aaron Bouwman, Steven Berghuis, dan Jorthy Mokio mencoba menembus pertahanan Utrecht, namun Vasilios Barkas, kiper lawan, tampil solid. Pada menit ke‑96, Davy Klaassen memanfaatkan kerusuhan di area penalti dan mencetak gol dengan kaki kirinya, memberi keunggulan pertama bagi Ajax.

Utrecht tidak menyerah. Pada menit ke‑106, Gjivai Zechiel menyeimbangkan kedudukan dengan tembakan keras yang melewati Paes, menjadikan skor akhir 1‑1 dan memaksa adu penalti.

Penampilan gemilang Maarten Paes

Di babak penalti, Paes menampilkan strategi psikologis yang terukur. Sebelum tendangan Sebastian Haller, ia menggunakan bahasa tubuh dan komentar singkat untuk mengganggu konsentrasi penendang. Usai itu, Paes berhasil menepis tembakan Haller, kemudian menahan tendangan Souffian El Karouani. Kedua penyelamatan itu menjadi faktor penentu kemenangan Ajax 4‑3 dalam adu penalti.

“Sore yang luar biasa. Adu penalti selalu menyenangkan jika Anda bisa menyelesaikannya dengan kemenangan dan untungnya saya berhasil menyelamatkan dua tendangan,” ujar Paes dalam wawancara singkat setelah pertandingan.

Menurut analisis internal tim, Paes memanfaatkan catatan rekam jejak lawan. Ia mengingat kelemahan Haller dalam mengeksekusi tembakan tinggi dan kebiasaan El Karouani yang cenderung menendang dengan kaki tumpuan. Pengetahuan ini dipadukan dengan persiapan mental yang intens, menjadikan ia “penjaga urat saraf” yang tak tergoyahkan.

Kondisi dan dinamika tim Ajax

Kesuksesan ini datang di tengah musim yang penuh gejolak bagi Ajax. Klub berakhir di posisi kelima Eredivisie dan mengalami tiga pergantian pelatih dalam satu musim—dari John Heitinga ke Fred Grim, hingga Óscar García yang memimpin tim pada laga final. Meskipun demikian, keputusan tak taktik untuk tidak menurunkan Wout Weghorst dan Sean Steur pada babak pertama dianggap tepat oleh pelatih García, yang menekankan pentingnya kebugaran pemain dalam pertandingan berintensitas tinggi.

Kritik dari penyerang veteran Wout Weghorst menyoroti ketidakstabilan manajerial. Ia menegaskan perlunya struktur jangka panjang dan menolak intervensi cepat yang dapat mengganggu konsistensi tim. Meski demikian, fokus utama tetap pada pencapaian tiket Eropa, yang kini sudah tercapai berkat aksi Paes.

Langkah selanjutnya

Dengan lolos ke babak kualifikasi kedua Conference League, Ajax akan melanjutkan perjuangan pada akhir Juli 2026. Tim harus bersaing melawan klub‑klub lain yang juga berusaha mengamankan tempat di kompetisi Eropa. Manajemen klub diperkirakan akan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat skuad, khususnya pada posisi penyerang, mengingat penampilan kurang tajam dari beberapa pemain inti selama musim reguler.

Penampilan Paes tidak hanya mengukir sejarah pribadi, tetapi juga menambah kebanggaan bagi sepakbola Indonesia. Kiper berusia 28 tahun ini kini menjadi simbol ketangguhan mental dan profesionalisme, sekaligus membuka peluang bagi pemain Indonesia lainnya untuk bersaing di level klub top Eropa.

Kesimpulannya, aksi heroik Maarten Paes dalam menepis dua penalti sekaligus mengantarkan Ajax ke fase kualifikasi UEFA Conference League menjadi bukti bahwa kombinasi persiapan taktik, mental yang kuat, dan eksekusi tepat dapat mengubah nasib sebuah pertandingan. Ajax kini menatap peluang lebih besar di kompetisi Eropa, sementara Paes menegaskan posisinya sebagai salah satu kiper terbaik di Eredivisie.