Luhut Laporkan Survei DEN soal Program MBG ke Presiden Prabowo, Begini Hasilnya
Luhut Laporkan Survei DEN soal Program MBG ke Presiden Prabowo, Begini Hasilnya

Luhut Laporkan Survei DEN soal Program MBG ke Presiden Prabowo, Begini Hasilnya

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Dewan Evaluasi Nasional (DEN) terkait Program MBG (Meningkatkan Kesejahteraan UMKM dan Gizi Anak) kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Survei yang dilaksanakan pada kuartal pertama tahun 2024 mencakup 800 titik wilayah di seluruh nusantara, mulai dari daerah perkotaan hingga pelosok pedesaan. Hasil utama menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada dua indikator utama program:

  • Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tercatat meningkat rata‑rata 12 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Indeks Gizi Anak usia 0‑5 tahun naik 9 %, menandakan penurunan kasus gizi buruk di wilayah‑wilayah survei.

Berikut rangkuman temuan penting:

Indikator Peningkatan Catatan
UMKM terdaftar +12 % Peningkatan tertinggi di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan
Gizi Anak (0‑5 th) +9 % Penurunan kasus stunting di Nusa Tenggara Barat

Dalam rapat singkat bersama Presiden Prabowo, Luhut menekankan bahwa dukungan kebijakan fiskal dan alokasi anggaran tambahan sangat diperlukan untuk memperluas dampak program ke lebih banyak wilayah. Presiden menanggapi dengan optimisme, menyatakan komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi antara kementerian terkait dan DEN.

Presiden Prabowo juga menambahkan bahwa program MBG akan diprioritaskan dalam agenda pembangunan berkelanjutan, dengan target jangka menengah meningkatkan kesejahteraan UMKM hingga 20 % dan menurunkan prevalensi gizi buruk anak di bawah lima tahun menjadi kurang dari 5 % pada tahun 2027.

Dengan data yang dihasilkan oleh DEN, pemerintah diharapkan dapat menyesuaikan strategi implementasi, memperkuat mekanisme monitoring, serta meningkatkan koordinasi dengan lembaga keuangan untuk mempermudah akses kredit bagi UMKM. Langkah selanjutnya meliputi pendalaman evaluasi lapangan, pelatihan keterampilan bagi pelaku usaha, serta program suplementasi gizi yang lebih terintegrasi dengan layanan kesehatan daerah.