Literasi Keuangan Pelajar Tertinggal, Pendidikan Inklusif Jadi Solusi Mendesak
Literasi Keuangan Pelajar Tertinggal, Pendidikan Inklusif Jadi Solusi Mendesak

Literasi Keuangan Pelajar Tertinggal, Pendidikan Inklusif Jadi Solusi Mendesak

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Data terbaru menunjukkan bahwa pemahaman keuangan di kalangan pelajar masih berada pada level yang rendah, meski akses terhadap layanan keuangan digital semakin meluas.

Kesenjangan ini dapat menimbulkan risiko keuangan sejak usia dini, seperti keputusan konsumsi yang tidak bijak atau terjerumus dalam pinjaman bergulir.

Berikut beberapa faktor yang memperparah situasi:

  • Kurangnya kurikulum resmi yang membahas topik keuangan pribadi.
  • Rendahnya pelatihan bagi guru untuk mengajarkan konsep keuangan.
  • Ketidaksesuaian antara produk keuangan modern dan kemampuan pemahaman remaja.

Untuk menutup kesenjangan, pakar menekankan pentingnya pendidikan keuangan yang inklusif. Langkah yang dapat diambil meliputi:

  • Integrasi materi literasi keuangan ke dalam mata pelajaran wajib.
  • Penyediaan modul interaktif berbasis teknologi bagi sekolah.
  • Kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan organisasi non‑profit dalam menyelenggarakan workshop dan simulasi.

Dengan pendekatan yang terpadu, diharapkan generasi muda dapat mengembangkan kebiasaan finansial yang sehat dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.