LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Ibu kota Tehran serta beberapa provinsi di sekitarnya di Iran utara mengalami pemadaman listrik menyeluruh pada sore hari setelah serangan yang dilaporkan melibatkan militer Amerika Serikat dan Israel. Menurut laporan resmi, serangan tersebut menargetkan fasilitas infrastruktur energi strategis, yang mengakibatkan gangguan pada jaringan distribusi listrik utama.
Waktu kejadian diperkirakan sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Akibatnya, ribuan rumah tangga, gedung pemerintahan, serta pusat perbelanjaan mengalami ketiadaan aliran listrik. Layanan transportasi publik, termasuk kereta bawah tanah, harus menghentikan operasinya sementara. Penduduk melaporkan kesulitan dalam mengakses air bersih dan pendingin udara, serta gangguan pada layanan komunikasi.
Pihak berwenang Iran segera menurunkan pernyataan yang menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan aksi provokatif yang melanggar kedaulatan negara. Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan, upaya perbaikan jaringan listrik telah dikerahkan secara maksimal, dengan tim teknisi dari perusahaan listrik nasional (TAVAN) bekerja sepanjang malam untuk mengembalikan pasokan listrik.
- Daerah terdampak: Tehran, Alborz, Qazvin, Mazandaran, dan Golestan.
- Jumlah rumah tangga tanpa listrik: diperkirakan lebih dari 1,2 juta unit.
- Kerugian ekonomi sementara: diperkirakan mencapai ratusan juta dolar, mengingat gangguan pada industri dan sektor perdagangan.
Presiden Iran, Ebrahim Raisi, dalam sebuah konferensi pers singkat menyatakan bahwa negara akan menanggapi serangan ini dengan tindakan balasan yang proporsional, sambil menegaskan komitmen untuk melindungi infrastruktur kritis. Sementara itu, pemerintah AS menolak tuduhan keterlibatan, menyatakan bahwa aksi militer apa pun tidak dilakukan pada wilayah Iran.
Para analis geopolitik memperkirakan bahwa insiden ini dapat meningkatkan ketegangan regional, terutama mengingat konflik yang sedang berlangsung di antara Israel dan kelompok militan di Gaza serta hubungan yang tegang antara Amerika Serikat dan Tehran. Mereka menekankan pentingnya dialog diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Hingga saat penulisan artikel, sebagian besar wilayah Tehran sudah mulai mendapatkan kembali pasokan listrik, meskipun belum pulih sepenuhnya. Pemerintah meminta warga untuk tetap tenang dan menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet