Langit Lampung Heboh, BRIN Sebut Objek Bercahaya Itu Sampah Antariksa
Langit Lampung Heboh, BRIN Sebut Objek Bercahaya Itu Sampah Antariksa

Langit Lampung Heboh, BRIN Sebut Objek Bercahaya Itu Sampah Antariksa

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Pada akhir pekan lalu, warga di wilayah Lampung dan Banten melaporkan melihat cahaya terang bergerak cepat di langit malam. Fenomena tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan banyak spekulasi mengaitkannya pada keberadaan UFO atau fenomena luar angkasa lainnya.

Setelah melakukan analisis visual dan spektrum cahaya, tim ilmuwan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyimpulkan bahwa objek yang terlihat adalah pecahan sampah antariksa. Menurut penjelasan resmi, partikel tersebut berasal dari tahap terakhir peluncuran roket China tipe CZ‑3B yang memasuki kembali atmosfer Bumi pada awal bulan ini.

Berikut rangkaian peristiwa yang terjadi:

  • 10 April 2024 – Roket CZ‑3B berhasil meluncur dari daerah peluncuran di China dan menempatkan satelit ke orbit geostasioner.
  • 15 April 2024 – Bagian atas roket terlepas dan mulai mengalami deorbitasi, menghasilkan puing‑puing antariksa yang meluncur kembali ke atmosfer.
  • 22 April 2024 – Beberapa pecahan besar masuk kembali ke atmosfer, menghasilkan cahaya menyala yang dapat terlihat dari wilayah pesisir selatan Indonesia.
  • 23 April 2024 – Warga Lampung dan Banten melaporkan fenomena cahaya yang bergerak cepat, memicu kehebohan publik.

BRIN menegaskan bahwa tidak ada bahaya langsung bagi penduduk karena puing‑puing tersebut terbakar habis di lapisan atas atmosfer. Namun, insiden ini menyoroti pentingnya pemantauan terus‑menerus terhadap sampah antariksa, mengingat peningkatan frekuensi peluncuran satelit dan roket dalam beberapa tahun terakhir.

Para ahli mengingatkan bahwa sampah antariksa dapat menimbulkan risiko bagi satelit operasional dan pesawat luar angkasa jika tidak ditangani secara tepat. Pemerintah Indonesia bersama lembaga internasional sedang memperkuat jaringan pelacakan dan pengembangan teknologi mitigasi sampah antariksa.

Reaksi publik pun beragam. Sementara sebagian warga menganggap fenomena tersebut sebagai tontonan langka, kelompok lain menuntut transparansi lebih lanjut dari otoritas terkait mengenai potensi bahaya di masa mendatang.