LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Kepala Angkatan Darat Uganda, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, kembali mengumumkan rencana ambisiusnya untuk mendukung Israel dalam konflik melawan Iran. Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada minggu ini, ia menyatakan kesediaan mengerahkan 100.000 tentara yang bersedia bertempur bersama pasukan Israel serta menyiapkan 500.000 pemuda Uganda untuk membantu merebut ibu kota Iran, Tehran.
Janji tersebut muncul di tengah ketegangan yang semakin memuncak antara Israel dan Iran setelah serangkaian serangan balasan di wilayah Timur Tengah. Jenderal Muhoozi menegaskan bahwa dukungan Uganda bukan sekadar simbolik, melainkan akan melibatkan pasukan yang terlatih dan logistik yang memadai.
Berikut poin‑poin utama yang diungkapkan oleh sang jenderal:
- Pengiriman 100.000 tentara profesional yang telah dilatih di fasilitas militer Uganda.
- Perekrutan 500.000 pemuda melalui program sukarelawan nasional yang disebut “Operasi Tehran”.
- Penyediaan peralatan berat, termasuk kendaraan lapis baja dan sistem pertahanan udara.
- Koordinasi langsung dengan Komando Pertahanan Israel untuk integrasi taktis.
Namun, pernyataan tersebut menuai skeptisisme dari para analis internasional. Beberapa faktor yang dipertanyakan antara lain kemampuan logistik Uganda untuk menggerakkan pasukan dalam jumlah sebesar itu, serta keberlanjutan dukungan politik dari pemerintah Uganda yang saat ini tengah menghadapi tantangan domestik.
| Elemen | Jumlah |
|---|---|
| Pasukan profesional | 100.000 |
| Pemuda sukarelawan | 500.000 |
| Kendaraan lapis baja | Diperkirakan 2.000 unit |
| Sistem pertahanan udara | Beberapa sistem rudal |
Reaksi dari pemerintah Israel masih belum resmi, namun pernyataan sebelumnya dari pejabat Israel menyatakan apresiasi atas dukungan negara‑negara Afrika. Sementara itu, pemerintah Iran menolak keras segala bentuk intervensi, menganggapnya sebagai ancaman kedaulatan.
Di dalam negeri, oposisi politik Uganda menuduh Jenderal Muhoozi menggunakan isu internasional untuk memperkuat popularitas pribadi dan menutupi masalah ekonomi serta hak asasi manusia. Demonstrasi kecil telah terjadi di ibukota Kampala menentang kebijakan luar negeri yang dianggap berisiko.
Jika rencana tersebut terwujud, dampaknya akan meluas ke panggung geopolitik, menambah dimensi baru dalam konflik Israel‑Iran dan menimbulkan pertanyaan tentang peran negara‑negara kecil dalam operasi militer skala besar.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet