Lagi, Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB Usut Serangan ke UNIFIL
Lagi, Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB Usut Serangan ke UNIFIL

Lagi, Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB Usut Serangan ke UNIFIL

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | JAKARTA, Republika.co.id — Pemerintah Indonesia kembali menegaskan pentingnya penyelidikan menyeluruh atas serangan yang menimpa Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Seruan ini muncul setelah beredar laporan bahwa tiga personel penjaga UNIFIL menjadi korban serangan di wilayah selatan Lebanon.

Melalui Kementerian Luar Negeri, Indonesia menuntut Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menyelidiki semua insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian, termasuk motif, pelaku, serta langkah-langkah pencegahan di masa mendatang. Pemerintah menekankan bahwa keamanan personel UNIFIL merupakan bagian integral dari upaya menjaga stabilitas regional dan melindungi warga sipil.

Berikut poin-poin utama yang disampaikan Indonesia:

  • Meminta DK PBB mengeluarkan resolusi yang memerintahkan penyelidikan independen terhadap serangan tersebut.
  • Mengajak semua pihak terkait, termasuk pemerintah Lebanon dan otoritas keamanan setempat, untuk memberikan akses penuh kepada tim penyelidik.
  • Mengharapkan transparansi hasil penyelidikan dan pertanggungjawaban terhadap pelaku.
  • Menekankan pentingnya perlindungan berkelanjutan bagi personel UNIFIL agar mereka dapat menjalankan mandat tanpa rasa takut.

Serangan ini menambah daftar insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik. Sebelumnya, UNIFIL pernah mengalami serangan rudal dan tembakan ringan yang menewaskan atau melukai beberapa anggota. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran komunitas internasional akan peningkatan ketegangan di perbatasan Lebanon‑Israel.

Pemerintah Lebanon menyatakan kesedihan atas kejadian tersebut dan menegaskan komitmennya untuk membantu proses investigasi. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun dinyatakan akan memantau situasi dengan cermat.

Indonesia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keamanan dan keselamatan personel PBB harus menjadi prioritas bersama. Jakarta mengajak semua negara anggota untuk mendukung langkah-langkah preventif serta menegakkan hukum internasional demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.